Giri Menang (suarantb.com) – Angka kemiskinan di Lombok Barat berhsil ditekan dari 12,65 persen atau sekitar 96.570 jiwa tahun 2024 menjadi 11,90 persen atau setara 92.000 Jiwa. Penurunan jumlah penduduk miskin mencapai 4.000 jiwa lebih atau 0,75 persen. Penurunan kemiskinan ini dipengaruhi oleh berbagai program Pemkab yang menyasar masyarakat, salah satunya kegiatan Car Free Night yang rutin digelar tiap akhir pekan.
Kepala BPS Lobar Yassinta Ben Katarti Latiffa Dinar mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan rilis kemiskinan tahun 2025 dan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 kepada Bupati. “Kemiskinan turun dari 12,65 persen ke 11,90 persen, kemudian pertumbuhan ekonomi juga tumbuh (positif),” kata dia. Penurunan kemiskinan dipicu oleh serangkaian program yang dilakukan Pemkab.
Artinya dengan angka kemiskinan turun, ada efektivitas dampak Program Pemkab, walaupun masih bisa ditingkatkan lagi. Selain itu adanya pemberdayaan ekonomi bisa menggerakkan ekomoni. Sehingga secara tidak langsung membantu menurunkan kemiskinan. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi dilihat dari triwulan dengan triwulan yang lalu dan triwulan tahun lalu mencapai 3,46 dan secara komulatif 4,12 persen.
Pertumbuhan ekonomi ini dinilai bagus pada triwulan II bisa tumbuh empat Persen. Sebab pertumbuhan di-drive dari pertanian, sedangkan diketahui pada triwulan I pertanian sudah selesai panen raya. “Dengan Pertanian sedang low, tapi kita bisa tumbuh 4 persen, artinya sektor-sektor lain bergerak,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Lobar Deny Arif Nugroho mengatakan bahwa kemiskinan bisa ditekan hingga 11,90 persen. “Alhamdulillah kemiskinan kita turun, dari 12,65 persen atau sekitar 96.570 jiwa tahun 2024 menjadi 11,90 persen atau setara 92.000,” sebut kepala Bappeda Lobar Deny Arif Nugroho, Kamis (18/9/2025) kemarin.
Ia mengatakan, penurunan kemiskinan ini karena beberapa program kebijakan Bupati Lobar, salah satu Car Free Night berkontribusi tekan kemiskinan, pembangunan rumah kumuh yang dilakukan awal tahun.
Selain itu, bantuan sosial yang sudah digelontorkan ke masyarakat. Selain kemiskinan menurun, pertumbuhan ekonomi juga naik positif. (her)

