Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kepada UPTD Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa, Yulhaidir mengaku produksi sampah tahun 2025 cenderung tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sumber produksi sampah didominasi sampah dari masyarakat.
“Tahun ini produksi sampah yang kita tangani sampai 130 ton per hari, angka itu meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 75 ton per hari,” Kata Yul kepada Suara NTB, Jumat, 19 September 2025.
Ia melanjutkan, meningkatnya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Raberas tersebut karena hampir semua kecamatan membuang sampahnya ke Raberas. Bahkan pihak ketiga pun tetap membuang sampahnya ke TPA Raberas yang berakibat pada menurunnya usia TPA.
“Dari 130 ton tersebut kami tidak ketahui apakah ada pemilihan yang dilakukan sebelumnya atau tidak. Tetapi yang jelas jumlah itu masuk ke TPA,” ujarnya.
Yul pun meyakinkan, dari 126 ton tersebut sebenarnya masih banyak sampah yang belum tertangani dengan baik. Bahkan berdasarkan data ada sekitar 184 ton sampah yang belum tertangani dadi total keseluruhan sebanyak 510 ton per hari di seluruh wilayah Sumbawa.
“510 ton tersebut merupakan akumulasi dari seluruh sampah yang ada di Sumbawa termasuk di 24 kecamatan dan yang baru bisa kita tangani hanya 126 ton per hari,” ucapnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan masih banyaknya sampah yang belum bisa tertangani selain dari sisi ketersediaan armada. Jarak yang cukup jauh dari kecamatan ke lokasi TPA juga menjadi faktor lain termasuk sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
“Masalah kita cukup kompleks dalam penanganan sampah ini, tetapi yang menjadi kendala utama kami saat ini adalah kekurangan armada pengangkutan,” sebutnya.
Ia menambahkan, armada yang kita miliki saat ini hanya sekitar 15 unit dari total kebutuhan mencapai 36 unit untuk menangani sampah sampai ke kecamatan. Pihaknya juga tetap mengusulkan adanya penambahan armada. Namun yang bisa direalisasikan belum maksimal.
“Armada kita sangat terbatas, sementara produksi sampah kita terus meningkat setiap tahunnya. Kami pun berharap agar pemerintah bisa terus menambah armada agar penanganan sampah yang dilakukan bisa lebih maksimal,” tukasnya. (ils)



