Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) mencatat ada sekitar 51 bidang yang tanah yang akan terdampak pembangunan jaringan irigasi Bendungan Beringin Sila tahap II di Desa Stowe Berang, Kecamatan Utan.
“Memang data awal kita dari dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) ada 54 bidang tanah, setelah kita lakukan identifikasi lapangan hanya 51 bidang saja yang terdampak pembangunan tersebut,” kata Kadis PRKP, kepada Suara NTB melalui Kabid Pertanahan Surbini, pekan kemarin.
Ia mengakui, memang ada selisih dari data yang ada di DPPT yang diberikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara (NT 1). Tetapi setelah dilakukan verifikasi lapangan, ternyata tiga bidang tanah tersebut setelah dipasang patok tidak terdampak pembangunan jaringan itu.
“Jadi, dari 54 bidang tersebut tiga di antaranya tidak terdampak setelah dilakukan pemasangan patok. Total hanya 51 bidang saja yang terdampak,” ujarnya.
Proses selanjutnya yakni penandatanganan yang dilakukan oleh ketua tim persiapan pengadaan tanah (Bupati Sumbawa). Setelah itu baru akan dilakukan konsultasi publik termasuk sosialisasi terkait besaran biaya ganti rugi yang akan diberikan nantinya.
“Paling satu minggu atau dua minggu ke depan kita lakukan konsultasi publik. Nanti setelah konsultasi publik, baru akan dilakukan penetapan lokasi (penlok) dan kita targetkan tuntas di akhir bulan September,” tambahnya.
Ia melanjutkan, pengembangan jaringan irigasi Beringin Sila bisa menjadi alternatif pengembangan pertanian di Kecamatan Utan. Selain itu, hal tersebut juga merupakan inovasi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air dan lahan dalam mendukung perekonomian masyarakat.
“Pengembangan jaringan ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air secara merata dan optimal dalam rangka pengembangan irigasi dan air baku,” ujarnya.
Ia meyakinkan, adanya pegembangan jalur kiri dari jaringan Irigasi yang terletak di saluran sekunder tersebut diprediksi akan mampu mengairi lahan seluas 6,38 hektare. Selain itu dengan panjang jaringan yang mencapai 4,26 kilometer bisa membantu masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.
“Jadi, tidak hanya jaringannya saja yang dibangun, tetapi nanti juga akan dibangun jalan limpas yang akan memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian,” tambahnya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan saluran irigasi ini baik itu pemilik lahan maupun masyarakat secara umum. Karena keberadaan saluran irigasi ini akan memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Adanya jaringan irigasi ini tentu akan meningkatkan produksi hasil pertanian, kalau biasanya hanya satu kali tanam bisa menjadi dua sampai tiga kali dalam mendukung program swasembada pangan,” tukasnya. (ils)


