Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menggelar seleksi terbuka (selter) untuk pengisian posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan kerjanya. Pada selter kali ini, ada dua posisi jabatan yang dilelang, yakni jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Aparatur Kemasyarakatan dan jabatan Sekretaris DPRD KSB.
Pada laman resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB, tahapan lelang jabatan itu sudah dimulai sejak tanggal 22 September lalu. Dibuka dengan tahap pengumuman dan pendaftaran, rangkaian seleksinya direncanakan selesai pada minggu ketiga bulan Oktober mendatang. Sementara untuk kegiatan pelantikannya akan disesuaikan dengan Batas Usia Pensiun (BUP) JPT Pratama yang akan digantikan.
Kepala BKPSDM KSB, Mulyadi mengatakan, pembukaan selter untuk kedua posisi JPT Pratama itu dalam rangka persiapan penggantian pejabat lama yang akan segera memasuki masa pensiun. “Pak Ibrahim selaku staf ahli dan pak Irhas R Rayes selaku Sekretaris DPRD akan pensiun di akhir tahun ini. Dan untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan maka pak Bupati memutuskan dibuka proses seleksi,” terangnya, Jumat, 26 September 2025.
Pelaksanaan seleksi ini, kata Mulyadi, sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menyebut seleksi ini dibuka tidak saja bagi pegawai di lingkungan Pemda KSB, namun juga dapat diikuti oleh PNS dari luar instansi KSB. “Kalau dari luar KSB ada syarat tambahan. Pelamar harus mengantongi rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) tempat asalnya,” katanya.
Terhadap para pejabat lingkup Pemda KSB yang berminat melamar. Mulyadi menyarankan agar memperhatikan secara seksama setiap persyaratan yang dibutuhkan. Proses pendaftaran yang sepenuhnya secara daring, kata dia perlu kejelian sehingga setiap persyaratan yang diunggah benar-benar sudah sesuai ketentuan. “Berkas-berkas yang harus diunggah lewat aplikasi tolong dicermati. Jangan sampai ada yang salah atau kurang,” sarannya.
Ia selanjutnya berharap bagi para para pejabat yang telah memenuhi syarat kepangkatan dapat berpartisipasi dalam lelang jabatan itu. Sebab kata mantan kepala pelaksana BPBD ini, untuk menaiki jejang karir birokrasi sebagai JPT Pratama satu-satu salurannya hanya melalui proses seleksi. “Tidak seperti jaman dulu. Sekarang mau jadi pejabat eselon II atau kepala OPD harus lewat seleksi,” tandasnya. (bug)


