spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURTembakau Bisa Bangkitkan Ekonomi Lotim yang Melemah

Tembakau Bisa Bangkitkan Ekonomi Lotim yang Melemah

Selong (Suara NTB) – Merosotnya perekonomian Lombok Timur (Lotim) triwulan ke II tahun 2025 ini, karena salah satunya disebabkan belum masuk data perjualan tembakau musim tanam 2025.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, H. M. Juaini Taofik berkeyakinan, Ketika data tembakau musim tanam 2025 masuk, maka pada triwulan ke III ekonomi Lotim diyakini akan bangkit kembali.

“Saya yakin bisa Kembali ke angka 5 lagi,” ungkap Sekda saat ditemui di ruang kerjanya.

Seperti dikutip dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonmi Lotim y to y triwulan I tahun 2025 bisa mencapai 5,45. Angka ini merosot menjadi 3,87 pada triwulan ke II secara y to y  tahun 2025.

Menurut Sekda, setelah tembakau ini masuk, maka ekonomi Lotim sangat optimis bisa melonjak kembali.

Sekda yang juga ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Tata Niaga Tembakau berharap semua perusahaan mitra tembakau ini dapat membeli tembakau.

Diakui, harga tembakau 2025 dibandingkan tahun 2024 lalu memang terjadi penurunan. Namun penurunannya tidaklah terlalu besar.

Pantauan terakhir sebagian besar gudang sudah membeli tembakau meski dengan grade rendah. “Kalau yang grade rendah saja sudah dibeli, maka pasti petani tidak akan merugi,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lotim, Mirza Shopian kepada Suara NTB menjelaskan tembakau memang mengalami sedikit penurunan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Dipastikan tidaklah anjlok seperti dikhawatirkan.

Penyebab terjadinya penurunan harga ini karena menjadi masalah secara nasional.  Yakni masalah hilir di pabrik rokok. Produksi rokok secara nasional menurun yang berdampak langsung pada permintaan bahan baku tahun ini juga ikut menurun.

“Syukurnya kita (di Lotim-red) dibantu oleh Perusahaan-perusahaan supplier (pabrik rokok) untuk terus mencari pasar untuk membeli produk tembakau petani kita,”  terang Mirza Shopian.

Menurutnya, saat ini justru yang menjadi masalah adalah kualitas produksi tembakau yang menurun akibat kondisi cuaca. Sehingga disimpulkan, persoalan pertembakauan di daerah ini sangat berpengaruh pada persoalan di hilir, dengan hadirnya regulasi dari pemerntah yang sangat ketat terhadap industri rokok dan faktor cuaca.

Mengenai jumlah petani swadaya ini masih dalam proses pendataan termasuk data petani mitra musim tanam 2025. Satu perusahaan ada yang lebih dari 1 ribu petani mitra. Kalau rata-rata 100-750 petani mitra setiap perusahan. Estimasi jumlah petani di Lotim ini mencapai lebih dari 11 ribu. (rus) 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO