spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATDinkes KSB Siap Proses Pengajuan SLHS SPPG

Dinkes KSB Siap Proses Pengajuan SLHS SPPG

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat mempersilakan bagi unit Satuan Perlayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ingin memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk segera mengajukan permohonannya.

“Karena sekarang (SLHS) sudah diwajibkan, maka kami siap memproses begitu ada SPPG yang mengajukan permohonan,” kata kepala Dinkes KSB, dr Carlof kepada Suara NTB, Senin, 30 September 2025.

Pemerintah KSB melalui Bergizi Gratis (Satgas MBG) sebelumnya telah mengarahkan tiap SPPG untuk segera mengurus SLHS sebagai salah satu kelengkapannya. Carlof mengakui, dari tiga unit SPPG yang beroperasi di KSB saat ini, belum ada yang mengantongi dokumen tersebut. “Maka dalam rekomendasi Satgas sesuai hasil turun lapangan meminta ketiga SPPG yang sudah beroperasi segera mengurus SLHS-nya,” urainya.

Selain kepada SPPG yang telah beroperasi, Carlof menyatakan, bagi unit SPPG yang baru akan terbentuk juga harus mengantongi SLHS. Bahkan bagi dapur SPPG rintisan baru tersebut menjadi syarat mutlak sebelum mendapatkan persetujuan operasi. “Jadi SLHS bagi SPPG yang baru akan terbentuk sifatnya wajib. Tanpa itu mereka tidak akan dinyatakan memenuhi syarat operasi,” ujarnya.

Untuk mengurus SLHS, prosedurnya tidak terlalu rumit. Pemohon dapat datang langsung ke kantor Dinkes KSB kemudian mengisi formulir pengajuan dengan melengkapi berbagai persyaratan yang telah ditentukan. Carlof bilang ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi untuk mendapatkan SLHS. Dan untuk SPPG, indikatornya setidaknya ada tujuh item. Di antaranya bangunan dan lingkungan, peralatan, penjamah makanan (pekerja), bahan baku, proses pengolahan dan penyajian, pengendalian hama dan terakhir dokumen pendukung.

“Harapan kami kepada SPPG yang sudah beroperasi segera mengajukan permohonannya. Sebab untuk prosesnya perlu waktu, karena ada beberapa hal yang harus melalui uji laboratorium. Contohnya terkait kualitas sumber air bersihnya harus melalui pengujian lab untuk memastikan kelayakannya,” tukas Carlof seraya mengungkap Dinkes KSB sebelumnya pernah menyelenggarakan pelatihan higienis bagi penjamah makanan (pekerja) SPPG.

“Saya kira untuk penjamah makanannya sudah kita pernah latih. Cuma saat itu memang tidak lanjut sampai penerbitan SLHS,” pungkas mantan kepala Puskesmas Sekongkang ini. (bug)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO