Kota Bima (Suara NTB) – Pembangunan RSUD Kota Bima resmi masuk tahap topping off, Kamis, 2 Oktober 2025. Struktur utama tuntas dikerjakan, membuka jalan menuju peresmian rumah sakit modern ini pada 2026.
Proyek RSUD Kota Bima menjadi bagian dari program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan. Kota Bima terpilih sebagai salah satu dari 12 kabupaten/kota yang diprioritaskan mendapat program strategis ini.
Direktur RSUD Kota Bima, dr. Faturrahman, menjelaskan pembangunan rumah sakit ini ditujukan untuk menghadirkan layanan kesehatan lengkap di daerah.
“Di sini nantinya bisa melayani jantung, kanker, penanganan stroke, hingga layanan khusus untuk pasien gagal ginjal,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah rampung, manajemen RSUD akan mengajukan peningkatan kelas dari tipe D ke tipe C. Targetnya pada pertengahan 2026 setelah ruang rawat inap selesai dibangun.
Hingga awal Oktober, pembangunan sudah masuk minggu ke-25 dari total 37 minggu pengerjaan. Capaian fisik mencapai 43 persen, melampaui target 37 persen dengan deviasi positif enam persen.
“Kita optimis selesai sesuai jadwal, 25 Desember 2025. Progresnya bahkan di atas target,” kata dr. Faturrahman.
Sedangkan, panitia pelaksana proyek dari PT Hutama Karya bersama konsultan manajemen konstruksi, Ciriajasa Cipta Mandiri, Satria Nugraha, menegaskan pembangunan berjalan tanpa hambatan berarti.
“Kami berkomitmen menghadirkan rumah sakit yang modern dan representatif bagi masyarakat Kota Bima,” tegasnya.
Kementerian Kesehatan RI bahkan memberikan apresiasi. “Dari sisi mutu dan ketepatan waktu, proyek RSUD Kota Bima dinilai salah satu yang terbaik dan bisa jadi contoh bagi daerah lain,” ungkap perwakilan Kemenkes.
Sementara itu, Wali Kota Bima, H. A. Rahman, menyampaikan rasa syukur atas capaian pembangunan tersebut. Ia mengakui sejak peletakan batu pertama pada Mei lalu, banyak pandangan miring yang meragukan proyek ini.
“Bahkan saya sempat mendapat pesan ancaman yang menuding proyek ini bermasalah. Alhamdulillah, hari ini kita buktikan. Struktur berdiri dengan baik, dan progresnya terbaik,” tegasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama dan dukungan semua pihak. RSUD Kota Bima bukan sekadar proyek, melainkan wujud mimpi panjang masyarakat.
“Ini bukan hanya mimpi warga Kota Bima, tapi juga masyarakat Kabupaten Bima dan Dompu. Dengan melihat bangunan ini, 90 persen mimpi itu insya Allah terwujud,” katanya.
Proyek RSUD Kota Bima diproyeksikan selesai akhir tahun ini. Jika sesuai jadwal, peresmian akan dilakukan oleh Menteri atau Wakil Menteri Kesehatan pada Juli atau Agustus 2026.
Wali Kota optimis hadirnya rumah sakit ini akan memperkuat program pelayanan kesehatan di daerah, termasuk KJSU yang sudah berjalan.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Kota Bima mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan layanan kesehatan setara rumah sakit rujukan provinsi,” pungkasnya. (hir)


