spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBLiterasi dan Kekuatan Mencetak Generasi Cerdas NTB

Literasi dan Kekuatan Mencetak Generasi Cerdas NTB

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB Dr. H. Ashari, SH., MH., menegaskan, pentingnya keberadaan literasi bagi masyarakat. Namun, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tapi kunci membangun generasi cerdas, kritis, dan berdaya saing.

“Kita harapkan kekuatan literasi membaca akan mencetak generasi cerdas NTB yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.  Namun, untuk mewujudkan itu, semua pihak harus ikut bergerak. Seperti keluarga, sekolah, komunitas/Taman Bacaan Masyarakat, pemerintah, Dunia Usaha dan media,’’ ujarnya saat memberikan laporan pada Bunda Literasi Menyapa sekaligus Launching Gerakan Literasi Tradisional di Gedung Layanan Perpustakaan, Kamis, 2 Oktober 2025.

Hadir juga Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Bunda Literasi NTB Hj. Sinta Agathia Iqbal, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB dan pegiat literasi di NTB.

Ashari mengakui Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) periode tahun 2023-2024 sebesar 65,67 atau urutan ke 29 dari 38 provinsi di Indonesia. Sementara penilaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), periode tahun 2023-2024 sebesar 60,42 atau urutan ke 34 dari 38 provinsi.

Dalam meningkatkan TGM dan IPLM, mantan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB ini mengakui, ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, seperti komunitas literasi, masyarakat hingga peran strategis dari keberadaan Bunda Literasi.  

Gerakan Literasi Tradisional

Khusus untuk Bunda Literasi NTB, ada beberapa peran strategis yang dilakukan. Seperti Gerakan Literasi Tradisional (Gelitra) yang dilakukan lewat kegiatan permainan tradisional dan cerita atau dongeng budaya lokal.

Upaya menghidupkan kembali permainan tradisional ini, merupakan upaya mengurangi penggunaan gadget di kalangan anak (dengan fasilitasi melalui sekolah dan komunitas literasi). Begitu juga menghidupkan kembali cerita rakyat, syair, tembang, dan kearifan lokal.

Dalam hal ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB dan Bunda Literasi Provinsi NTB mendorong terbentuknya Bunda Literasi Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Desa/Kelurahan.

Tidak hanya itu, pihaknya berterima kasih dan bersyukur memiliki Bunda Literasi Provinsi NTB sangat perhatian dan memberikan ruang kepada komunitas literasi/TBM melakukan audensi, menghadiri beberapa undangan dari penggiat literasi, mengadvokasi dengan mencetuskan Gerakan Literasi Tradisional (Gelitra) sebagai program kerja yang akan melibatkan komunitas literasi/TBM dan sekolah dalam pelaksanaanya

“Diharapkan literasi bukan hanya modern, tapi juga menyambung akar budaya. Dan menghadirkan wajah literasi yang dekat, hangat, dan menginspirasi,’’ terangnya.

Penguatan Kapasitas Komunitas Literasi

Pada bagian lain, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB terus melakukan penguatan kapasitas komunitas literasi. Hal ini dilakukan dengan pendataan komunitas kiterasi/TBM. Dari hasil pendataan ada 145 komunitas literasi se-NTB. Selain itu, mendorong lahirnya komunitas baca di desa/kelurahan dan legalitas perizinan komunitas perpustakaan.

“Kita juga memfasilitasi penguatan komunitas literasi. Salah satunya melalui akses bahan bacaan (bantuan buku). Apalagi komunitas menjadi motor literasi di akar rumput,’’ tambahnya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, ujarnya, juga melakukan gerakan pelestarian budaya dan menjadikan budaya lokal sebagai sumber inspirasi dan bahan bacaan. Dalam hal ini, pihaknya kedepannya melakukan inventarisasi budaya lokal, termasuk karya kepenulisan dan dokumentasi budaya lokal. Selain itu, digitalisasi naskah kuno dan dokumen budaya lainnya. Mendorong terbentuknya portal digital literasi budaya dan juga mendorong tersusunnya sejarah Lombok dan Sumbawa

“Kita juga mengajarkan generasi muda untuk mencintai identitas daerah sekaligus berpikir global,’’ ujarnya.

Dalam menindaklanjuti program atau kegiatan ini, lanjutnya, pihaknya menerbitkan surat  edaran tentang pengelolaan perpustakaan melalui peningkatan IPLM,  tingkat kegemaran  membaca, bunda literasi dan komunitas literasi.

Selain itu, menerbitkan Instruksi Gubernur pengarsipan dokumen penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam upaya transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Kita juga berkoordinasi dengan tokoh tokoh budaya/adat dan akademisi langkah langkah dalam pelestarianLiterasi dan Kekuatan Mencetak Generasi Cerdas NTB budaya. Termasuk  menghimpun komunitas literasi dalam kemah literasi dalam upaya membangun jejaring antar komunitas,’’ terangnya. (ham)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO