Tanjung (Suara NTB) – Polres Lombok Utara terus berupaya memaksimalkan peran pengabdian kepada masyarakat. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melatih peran dalam memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi personel Bhabinkamtibmas.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kabag SDM, Polres Lombok Utara AKP Agus Rachman, S.H., M.I.Kom., menjelaskan pelatihan P3K kepada anggota Bhabinkamtibmas bertujuan untuk meningkatkan fungsi pelayanan dalam keadaan darurat. Pelatihan P3K ini diadakan Subdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda NTB dengan tema “Mensukseskan Commander Wish Kabaharkam Polri untuk Mewujudkan Bhabinkamtibmas sebagai Penolong Masyarakat”.
“Apresiasi diberikan kepada Dit Binmas Polda NTB, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara yang turut memberikan materi pelatihan, khususnya terkait keterampilan dasar P3K,” ujar Agus Rachman, kemarin.
Ia melanjutkan, pelatihan P3K ini sangat penting diadakan. Materi ini bukan hanya tentang peningkatan kemampuan tugas kepolisian, tetapi juga tentang bagaimana personel Bhabinkamtibmas mampu menjadi penolong masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. Selain itu, dan pelayanan dasar kesehatan juga penting diketahui oleh anggota Polres.
Agus menyatakan, tugas Bhabinkamtibmas di lapangan tidaklah mudah. Saat ini, jumlah Bhabinkamtibmas Polres Lombok Utara sebanyak 43 personel, sesuai dengan jumlah desa yang ada di wilayah hukum Polres Lombok Utara. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana prasarana hingga kondisi geografis yang kompleks.
“Sekitar 60 persen personel masih tinggal di luar wilayah Lombok Utara, kendaraan dinas masih kurang, serta beberapa wilayah mengalami kendala jaringan komunikasi. Bahkan di wilayah Gili Indah, satu Bhabinkamtibmas harus mencakup tiga pulau—Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air,” tambahnya.
Meski demikian, Kapolres melalui Kabag SDM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang tetap menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi. “Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polri di tingkat desa, wajah pertama yang dilihat masyarakat ketika membutuhkan bantuan, perlindungan, atau sekadar tempat bertanya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendukung berbagai program pemerintah seperti ketahanan pangan, makan bergizi gratis (MBG), pengawasan koperasi merah putih desa, hingga penanganan stunting.
“Jika Bhabinkamtibmas mampu merangkul tiga pilar desa—Kepala Desa, Babinsa, dan dirinya sendiri—maka desa akan aman dan kondusif. Bila desa aman, maka kabupaten pun stabil. Stabilitas inilah yang menjadi fondasi utama pembangunan dan perekonomian,” tegasnya.
Kegiatan pelatihan yang diisi dengan berbagai materi seperti teknik komunikasi efektif, pemahaman Perkap Nomor 7 Tahun 2021 tentang Bhabinkamtibmas, aplikasi BOS V2, dan problem solving ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. (ari)



