spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURBMKG Ingatkan Lombok Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi

BMKG Ingatkan Lombok Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi

Selong (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan masyarakat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG NTB, Nuga Putrantijo, menyebutkan wilayah Lombok Timur tergolong rawan terhadap banjir, banjir bandang, angin kencang, dan longsor.

“Sekarang ini kita sedang berada dalam masa peralihan musim. Cuaca bisa berubah secara tiba-tiba. Yang perlu diwaspadai adalah angin kencang, hujan lebat, dan petir,” ujar Nuga kepada Suara NTB Rabu, 29 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, fenomena seperti hujan sehari namun panas sepanjang pekan merupakan ciri khas masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Tahun ini, menurutnya, musim hujan 2025 tidak mengalami keterlambatan. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan mulai meningkat sejak akhir Oktober, dan sekitar 80 persen wilayah Lombok sudah mulai diguyur hujan, termasuk Kota Mataram.

Lebih lanjut, Nuga menjelaskan konsep zona musim (ZOM) yang digunakan BMKG dalam menentukan pola cuaca. Zona musim tidak didasarkan pada batas administratif kabupaten atau kota, melainkan pada karakteristik kebahasan wilayah. “Misalnya wilayah selatan Lombok yang cenderung panas akan berbeda dengan bagian utara atau timur Lombok,” jelasnya.

BMKG juga menyoroti potensi bahaya angin kencang, terutama bagi pengguna jalan yang melintasi area dengan banyak pepohonan. Ia mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan perantingan atau pemangkasan ranting pohon yang berisiko tumbang, guna mencegah korban jiwa maupun kerusakan.

Selain itu, Nuga mengingatkan bahwa wilayah Kecamatan Sambelia termasuk wilayah yang sering menjadi langganan banjir bandang, khususnya di Desa Obel-Obel, Dara Kunci, dan Belanting. BMKG bersama lembaga swadaya masyarakat serta instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial telah menyiapkan protokol aksi cegah dini untuk mengantisipasi potensi bencana di wilayah tersebut.

“Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting, mengingat bencana hidrometeorologi sering terjadi secara tiba-tiba,” pungkas Nuga. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO