spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMUR15 Ribu Jiwa Warga Jerowaru Dambakan Bantuan Air Bersih

15 Ribu Jiwa Warga Jerowaru Dambakan Bantuan Air Bersih

Selong (Suara NTB) – Sebanyak lima desa di wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) atau sekitar 15 ribu jiwa penduduk di dalamnya saat ini mendambakan bantuan air bersih. Lima desa itu, di antaranya, Desa Sekaroh ada di 12 dusun, Desa Seriwe dengan 15 dusun, Desa Ekas Buana 5 dusun Desa Batunampar Selatan di 4 dusun dan Desa Pandanwangi di 4 dusun.

Camat Jerowaru, Sirah saat dikonfirmasi, Sabtu, 1 November 2025  mengakui program pemerintah mendatangkan air bersih di Jerowaru belum maksimal. Seperti proyek Sistem Penyediaan Air Minum (Spam) Pantai Selatan yang menelan dana Rp 121 miliar banyak belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lotim selatan yang notabenenya langganan krisis air bersih sepanjang tahun.

Diketahui juga, pemerintah Lotim sudah membangun tower air di mata air Tutuk Jerowaru. Proyek itu juga belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga. Bahkan tower itu tak berfungsi sama sekali. Diketahui, spam sumber air dari mata air Dusun Tutuk, Jerowaru, termasuk pembangunan tower air setinggi 33 meter, menelan biaya sekitar Rp 3,9 miliar.

Biaya operasional tower Tutuk ini katanya cukup besar. Per bulan minimal memakan biaya Rp 4,5 juta hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Hal ini dikarenakan kapasitas mesin yang cukup besar. Akibatnya tower spam Tutuk ini pun sekarang tidak lagi difungsikan.

Saat ini, pemerintah Kecamatan Jerowaru mengaku hanya bisa berharap ukuran tangan dari para dermawan. Sirah mengaku, dia sudah bersurat ke Gubernur yang dihembuskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh Pemerintah Provinsi ini sudah tersalurkan puluhan tangki kapasitas 5 ribu liter per tangki ke tengah masyarakat. “Sampai saat ini sudah tercatat 195 tangki air bersih tersalurkan,” ucapnya.

Bantuan juga datang dari Baznas Lotim. Beberapa cara lain terus dilakukan untuk mendatangkan bantuan air bersih tersebut. Air bersih menjadi kebutuhan vital masyarakat Jerowaru sampai nantinya masuk musim hujan.

Bantuan dari pemerintah dan pihak wasta selama ini diakui tidaklah pernah cukup memenuhi kebutuhan warga. Saat ini warga tetap membeli kebutuhan sehari-hari tersebut. Banyak pelaku usaha swasta yang bisnis distribusi air bersih. Warga membeli Rp 150-300 ribu per tangki kapasitas 5 ribu liter.

Satu hal yang dikhawatirkan saat ini, harga jual air ini naik. Hal ini disebabkan oleh para pemilik sumur di Tutuk yang meminta kenaikan harga karena biaya operasional yang meningkat. Peningkatan operasional sedot air itu akibat terbatasnya penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.

Para pemilik sumur yang menyedot air iselama ini menggunakan bahan bakar pertalite. Aturan baru dari pemerintah membatasi penggunaan pertalite tersebut sehingga memungkinkan beralih ke selain pertalite. Konsekuensinya, harga air yang akan dijual akan ikutan naik. “Kalau pakai Pertamax kan lebih mahal,” imbuhnya. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO