Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram, sedang berpacu untuk mewujudkan astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto. Salah satunya membangun 50 kantor koperasi merah putih. Pembiayaan ditanggung pemerintah pusat. Pengerjaannya diserahkan ke pihak TNI.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, Jimmy Nelwan dikonfirmasi pada, Senin (3/11) menjelaskan, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 bahwasanya kabupaten/kota harus membangun kantor untuk mendukung operasional koperasi merah putih. Khusus di Kota Mataram sedang diinventarisasi lahan yang menjadi aset pemerintah.
Persyaratan pembangunan Kantor KMP harus memiliki luas 6-10 are. “Kita sedang berkoordinasi dengan BKD untuk mendata lahan yang bisa digunakan untuk membangun kantor bagi koperasi merah putih,” terang Jimmy.
Sumber pembiayaan pembangunan kantor KMP berasal dari pemerintah pusat melalui PT. Agrimas Nusantara. Informasinya kata Jimmy, alokasi pembangunan kantor senilai Rp1,1 miliar. Proses pengerjaannya diserahkan ke Tentara Nasional Indonesia. “Jadi cukup tidak cukup anggarannya harus selesai pekerjaan kantornya,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah ini mengakui, keterbatasan lahan menjadi kendala di Kota Mataram. Akan tetapi, bidang aset di BKD sedang berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk mendata aset lahan dan gedung milik pemerintah.
Ketersediaan lahan diharapkan tidak menjadi kendala untuk mewujudkan astacita Presiden Prabowo Subianto. “Saya yakin pasti ada solusinya,” jawabnya.
Bagaimana dengan modal yang dijanjikan Rp3 miliar bagi KMP? Pemerintah pusat memiliki bisnis asisten untuk mengecek ke lapangan kebutuhan masyarakat. Hasil pemetaan akan diberikan modal bagi koperasi. Syaratnya KMP harus mengajukan proposal ke himpunan bank milik pemerintah.
Pemberiaan modal usaha tidak bisa serta-merta. Koperasi harus sehat secara finansial dan taat secara administratif. “Mereka harus rutin menggelar rapat anggota tahunan dan lain sebagainya,” tegasnya.
Di satu sisi, pihaknya juga akan memberikan pembekalan bagi pengurus koperasi, agar mengetahui pengelolaan koperasi secara profesional. (cem)



