Giri Menang (suarantb.com) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) turun inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan Gedung Komisi DPRD Lobar. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp2,4 miliar ini kini tengah dikejar penyelesaiannya menjelang batas akhir pengerjaan. Dimana progres proyek ini minus 4 persen dari target yang telah ditetapkan.
Sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Lobar, Fauzi, dan didampingi anggota Komisi, Lalu Irwan untuk memastikan progres fisik di lapangan serta mengidentifikasi kendala yang mungkin menghambat penyelesaian proyek tersebut. Dalam tinjauan lapangan, tim pengawas dari DPRD Lobar menerima laporan detail mengenai perkembangan proyek.
Dari keterangan Tim Teknis Dinas PU Asrul Supriadi, bahwa progres fisik pembangunan per hari ini baru mencapai angka 35 persen. Capaian ini menjadi perhatian serius mengingat batas akhir pengerjaan yang ditetapkan adalah 18 Desember mendatang. Asrul Supriadi menjabarkan rencana percepatan yang akan diimplementasikan di lapangan.
“Untuk mengejar target yang harus tuntas pada 18 Desember, kami telah merencanakan dua langkah utama, yaitu menambah jumlah tenaga kerja di lokasi pembangunan dan menambah jam kerja, bahkan memberlakukan lembur saat kondisi cuaca cerah,” ujar Asrul.
Sugeng Hartono, selaku konsultan pengawas proyek, menjelaskan bahwa terdapat selisih atau deviasi dari rencana awal pengerjaan. Menurutnya proyek tersebut baru berjalan sekitar delapan minggu, namun sudah mencatatkan deviasi sebesar 4 persen.
“Terdapat deviasi 4 persen (minus) pada minggu kedelapan ini. Kami akui, faktor utama penyebab deviasi adalah kendala material, khususnya besi 16 untuk struktur yang sempat mengalami kelangkaan, serta kondisi cuaca ekstrem di awal proyek yang menghambat pengerjaan pondasi,” terang Sugeng Hartono.
Kelangkaan material, terutama besi, dilaporkan terjadi karena banyaknya proyek pembangunan lain yang berjalan secara simultan di Lombok Barat, memicu peningkatan permintaan dan kelambatan distribusi. Meskipun menghadapi deviasi progres, Dinas PU dan kontraktor pelaksana berjanji telah mengambil langkah-langkah agresif untuk mengejar ketertinggalan dan menyelesaikan proyek sesuai target waktu yang tertera dalam kontrak.
Di tempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Lobar, Lalu Irwan, menegaskan bahwa sidak ini adalah bagian dari fungsi pengawasan dewan untuk memastikan tidak ada proyek yang mangkrak atau molor tanpa alasan yang jelas di akhir tahun anggaran.
“Kami datang untuk melihat langsung progres fisik sejumlah proyek, termasuk gedung komisi ini. Meskipun ada deviasi 4 persen, Komisi III tetap optimis bahwa target penyelesaian dapat tercapai dengan baik,” kata Lalu Irwan
Ia menambahkan bahwa deviasi tersebut masih berada dalam batas toleransi yang memungkinkan untuk dikejar melalui penambahan sumber daya dan jam kerja. Pengawasan tidak saja pada pembangunan gedung komisi, namun pihaknya telah menyusun jadwal untuk melakukan sidak ke beberapa proyek pembangunan strategis lainnya yang menjadi perhatian publik dan bagian dari akselerasi infrastruktur daerah.
Rencananya, Komisi III akan segera meninjau progres pembangunan di beberapa titik vital, antara lain Pembangunan Alun-Alun Kota Gerung, yang merupakan pusat kegiatan publik dan ikon Ibu Kota Lobar. Kemudian dilanjutkan sidak Proyek Jogging Track, Renovasi Bundaran Giri Menang, serta Dermaga Cicak, yang dijadwalkan dilakukan pada minggu ini.
“Fokus kami adalah memastikan semua proyek pembangunan yang menggunakan uang rakyat berjalan sesuai rencana, baik dari segi kualitas maupun ketepatan waktu. Keterlambatan harus segera diatasi dengan langkah-langkah konkret agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat Lobar. (her)
.



