spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIEkonomi NTB Tumbuh 3,91 Persen

Ekonomi NTB Tumbuh 3,91 Persen

Mataram (Suara NTB) – Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M., bersama tim menghadiri acara rilis Berita Resmi Statistik (BRS) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB yang berlangsung di Kantor BPS NTB. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala BPS NTB, Wahyudin, dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, instansi vertikal, serta lembaga terkait.
Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga topik utama yaitu Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III (Q3) 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Mengomentari rilis BPS, Najamuddin Amy mengatakan, perekonomian NTB pada Triwulan III Tahun 2025 tumbuh sebesar 3,91 persen (yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan produksi padi GKG yang naik 37,15 persen dibanding tahun sebelumnya, serta meningkatnya mobilitas dan aktivitas wisata yang mendorong sektor transportasi dan akomodasi.
Disebutkan, jumlah penumpang udara yang berangkat tercatat mencapai 375 ribu orang (naik 2,25 persen). Sementara jumlah tamu yang menginap di hotel mencapai 842.029 orang atau naik 28,16 persen dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, realisasi belanja pegawai pemerintah daerah juga meningkat dari Rp2,2 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Kemudian, nilai ekspor luar negeri tercatat sebesar 395,96 juta dolar Amerika, masih mengalami penurunan karena belum adanya ekspor tambang sejak awal tahun. Namun, mulai awal Oktober 2025 telah diberikan relaksasi ekspor bahan mentah yang diproyeksikan akan meningkatkan kinerja ekspor pada Triwulan IV 2025

Najam menjelaskan, bahwa perekonomian NTB sudah mulai tumbuh positif sejak quartal pertama dan kedua tumbuh negatif. ‘’Apabila tanpa tambang kita tumbuh 4,36 persen (q-to-q) dan 7,86 persen (yoy), lebih tinggi dari nasional yang sebesar 5,04 persen,’’ jelasnya.

Secara tren pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang selama 3 tahun terakhir cenderung meningkat secara y-o-y. Adapun secara q-to-q juga tetap tumbuh meskipun sedikit melambat. Dan secara kumulatif (c-to-c) pertumbuhan ekonomi dengan tambang pada Q3 2025 sudah mulai positif di angka 0,22 persen dan 6,55 persen tanpa tambang, setelah dua quartal sebelumnya negatif. Kedepannya diproyeksikan pada Q4 pertumbuhan ekonomi NTB akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan ekspor ekstrak tambang maupun hasil olahan smelter.

Untuk PDRB menurut Lapangan Usaha, sebagian besar tumbuh positif pada Q3 2025 dengan rincian sektor pertanian mendominasi dengan share sebesar 22,92 persen dan pertumbuhan 3,54 persen. Sementara sektor pertambangan masih terkontraksi sebesar -21,53 persen dengan share 15,36 persen.

Selanjutnya diikuti sektor perdagangan dengan share 14,27 persen dan pertumbuhan 4,24 persen. Kemudian disusul sektor konstruksi dengan share 9,13 persen dan pertumbuhan 5,59 persen, dan Sektor Industri Pengolahan dengan share 7,66 persen dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 66,65 persen. Selain itu sektor Akomodasi dan Makanan Minum mengalami pertumbuhan signifikan. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi NTB Q3 2025 didorong oleh menguatnya sektor Industri Pengolahan, sektor Jasa Keuangan, dan stabilnya sektor Pertanian.

Pada tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi baik secara y-o-y dan q-to-q, industri pengolahan mengalami lonjakan tertinggi didorong oleh hasil industri logam dasar (smelter). Sedangkan akomodasi & makan minum didukung oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 21,06% yang mendorong jumlah tamu yang menginap di hotel dan konsumsi restoran.

Kemudian jasa keuangan ditopang oleh peningkatan aktivitas perbankan dan transaksi keuangan masyarakat. Dan pertumbuhan di sektor konstruksi didukung oleh peningkatan realisasi belanja infrastruktur pemerintah menjelang akhir tahun, termasuk yang dilakukan oleh sektor swasta.

Adapun PDRB menurut pengeluaran, secara q-to-q ekspor barang dan jasamengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,00 persen, diikuti oleh impor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 14,11 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan pertumbuhan sebesar 5,29 persen. Sementara secara y-o-y, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Konsumsi Pemerintah sebesar 5,89 persen, Konsumsi Rumah Tangga 4,51 persen, kemudian PMTB sebesar 3,31 persen, sedangkan ekspor dan impor mengalami kontraksi masing-masing sebesar -26,61 persen dan -18,94 persen.

Jika dilihat Distribusi dan Pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran, Konsumsi rumah tangga merupakan komponen dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi pada Q3 2025. Sedangkan prtumbuhan tertinggi terjadi pada Konsumsi Pemerintah didorong oleh peningkatan realisasi belanja pemerintah. Peningkatan daya beli masyarakat serta aktivitas ekonomi yang dinamis ditambah dengan peningkatan PMTB turut mendorong stabilnya pertumbuhan pada sektor PKRT. Dan jika dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi NTB secara y-o-y, Konsumsi Rumah Tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan share mencapai 2,62 persen. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO