DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) menggencarkan upaya perbaikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di seluruh sekolah. Langkah ini menjadi kunci utama untuk memastikan penyerapan dana Revitalisasi Pendidikan sesuai disyaratkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Menjawab Suara NTB, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Lotim, H. Hasni, menjelaskan program revitalisasi dinilai akan memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan pola Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang selama ini berjalan.
“Revitalisasi Pendidikan dinilai jauh lebih banyak sekolah yang akan tersentuh. Revitalisasi lebih baik dibandingkan pola DAK,” jelas Hasni.
Ia menekankan bahwa syarat mutlak untuk bisa menerima dana revitalisasi ini adalah kepemilikan data Dapodik yang akurat dan lengkap. Perbaikan data ini tidak hanya terbatas pada jumlah guru, tetapi mencakup seluruh sarana dan prasarana pendidikan.
“Dapodik tak saja jumlah guru, termasuk sarana prasarana. Meja kursi yang digunakan untuk belajar, termasuk kondisi fisik yang menggunakannya, semua harus tercatat,” tegasnya.
Hasni juga menggarisbawahi pentingnya data yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian data yang sering ditemui, seperti yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan.
“Menurut beliau, yang terpenting Dapodik diperbaiki. Ada di satu sekolah Dapodiknya bagus, tapi setelah turun ke lapangan siswanya tidak ada. Ada juga sekolah dengan tanahnya luas dan siswa banyak, tapi datanya di Dapodik tidak lengkap,” ujarnya menyampaikan pesan dari pimpinan pusat.
Untuk itu, target penyelesaian dan pemutakhiran Dapodik menjadi fokus utama Dinas. “Kuncinya, selesaikan Dapodik sampai Desember 2025,” pesan Hasni.
Sementara untuk penanganan sekolah yang rusak akibat bencana, hal tersebut menjadi domain dan tanggung jawab terpisah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program Revitalisasi Pendidikan akan difokuskan pada pemeliharaan rutin dan pembangunan baru bagi sekolah yang membutuhkan, dengan dasar utama adalah data dari Dapodik.
Dengan demikian, seluruh sekolah di Lotim diharapkan dapat segera membenahi datanya agar tidak terlewat dari kesempatan memperoleh dana revitalisasi yang jumlahnya signifikan tersebut.
Sebelumnya, Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menjelaskan Lotim mendapat dana revitalisasi pendidikan senilai Rp 94 miliar yang dianggarkan pada 2026. Dana tersebut akan dilaksanakan secara swakelola dengan harapan lebih banyak sekolah yang tersentuh. (rus)

