spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPastikan Tidak Ada Bangunan Liar

Pastikan Tidak Ada Bangunan Liar

PEMERINTAH Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara memastikan seluruh bangunan yang sebelumnya berdiri di bantaran Sungai Ancar, khususnya pada wilayah yang melintas di Lingkungan Karang Kemong, kini sudah dibersihkan. Penataan tersebut membuat kawasan bantaran sungai tampak lebih luas pascabanjir bandang yang melanda Kota Mataram pada awal Juli 2025.

Sebagai tindak lanjut normalisasi sungai, Pemerintah Kota Mataram berencana membangun jalan setapak di sepanjang bantaran Sungai Ancar. Pembangunan ini diharapkan dapat mendukung fungsi pengendalian banjir serta meningkatkan akses masyarakat.

Lurah Cakranegara Barat, Angga Laksamana, menjelaskan bahwa sebelum terjadi banjir bandang, banyak masyarakat yang mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan penyempitan aliran sungai yang akhirnya memicu luapan air saat debit meningkat.

“Waktu kami terdampak, penyempitan sungai akibat bangunan liar membuat air meluap ke permukiman. Tetapi saat ini semuanya sudah kita normalisasikan kembali dan sudah jauh lebih luas,” kata Angga, Jumat (14/11/2025).

Sebagai salah satu lingkungan yang paling rawan terhadap genangan dan banjir, pemerintah kelurahan terus mengintensifkan kegiatan pembersihan saluran irigasi dan drainase. Upaya itu dilakukan untuk memastikan tidak ada sampah atau material lain yang menghambat aliran air, mengingat sebagian saluran melewati kawasan padat penduduk.

Menurut Angga, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang dilakukan secara berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada satu titik. Saluran drainase di dalam maupun luar lingkungan rutin kami bersihkan, dan kami juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah kelurahan sejalan dengan arahan Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskan, dalam apel siaga bencana beberapa waktu lalu. Wali kota mengimbau masyarakat, camat, dan seluruh kelurahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi musim penghujan yang telah mulai berlangsung, guna meminimalkan risiko bencana di wilayah masing-masing.

“Kami jauh sebelum apel siaga bencana, sudah mulai mempersiapkan mitigasi dan pemetaan untuk antisipasi, karena peristiwa bulan Juli lalu menjadi pengalaman,” demikian kata Angga (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO