spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPrioritaskan Anggaran Normalisasi Drainase

Prioritaskan Anggaran Normalisasi Drainase

PERMASALAHAN banjir masih menjadi tantangan tahunan bagi warga Kota Mataram. Kondisi infrastruktur drainase yang dinilai belum memadai membuat sejumlah lingkungan di kota ini kerap mengalami genangan saat musim hujan tiba. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., yang menilai pemerintah kota perlu memprioritaskan anggaran untuk normalisasi saluran air dibandingkan proyek pembangunan lain yang dinilai belum mendesak.

Menurut Rachman, keberadaan bangunan-bangunan yang berdiri di sepanjang aliran sungai serta saluran-saluran yang tertimbun sedimen dan sampah memperparah aliran air ketika hujan deras mengguyur. “Infrastruktur yang ada di Kota Mataram ini memang belum memadai. Banyak bangunan di sepanjang sungai, dan saluran air tertimbun sampah. Itu membuat Mataram belum bebas dari banjir atau genangan,” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat, 14 November 2025.

Rachman menegaskan bahwa penanganan banjir harus menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi Pemerintah Kota Mataram. Ia menyarankan agar alokasi anggaran difokuskan pada pemeliharaan dan normalisasi saluran air, baik yang berada di lingkungan permukiman maupun saluran utama yang mengarah ke sungai-sungai besar di kota tersebut.

“Pemerintah Kota Mataram harus bisa mengalokasikan anggaran prioritas untuk normalisasi lebih banyak. Baik saluran di lingkungan-lingkungan maupun yang ada di jalan-jalan utama,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram ini. Rachman menilai pembangunan gedung baru bukanlah urgensi yang harus diprioritaskan saat ini. “Kalau untuk pembangunan gedung-gedung baru yang tidak terlalu prioritas, itu bisa di-hold dulu,” imbuhnya.

Banjir dan genangan yang terjadi hampir setiap tahun, menurut mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini, menambah beban warga, khususnya pada musim penghujan. Oleh karena itu, Rachman berharap agar pemerintah lebih fokus pada upaya konkret untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat. “Sebagai pelayan masyarakat, kita harus memikirkan bagaimana mengurangi penderitaan warga ketika musim hujan. Agar tidak terjadi lagi kepanikan akibat genangan banjir di berbagai lingkungan di Kota Mataram,” ujarnya.

Anggota dewan tiga periode ini menekankan bahwa dengan pengalokasian anggaran yang lebih tepat sasaran, terutama pada sektor normalisasi saluran, risiko genangan di masa mendatang bisa ditekan. “Ketika anggaran sudah dialokasikan untuk normalisasi di lingkungan-lingkungan, kita berharap kejadian banjir ini bisa berkurang,” demikian Rachman.

Hingga kini, banjir masih menjadi salah satu isu krusial di Mataram. Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan langkah-langkah strategis dan berkelanjutan agar persoalan tahunan ini tidak terus berulang. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO