spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBDesa Benete Hidup dari Sektor Pertambangan, PT Amman Penyumbang Utama

Desa Benete Hidup dari Sektor Pertambangan, PT Amman Penyumbang Utama

Mataram (Suara NTB) – Desa Benete di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kian menegaskan posisinya sebagai kawasan strategis dalam pengembangan industri pertambangan dan logistik.

Keberadaan pelabuhan dan fasilitas ekspor konsentrat milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), menjadikan desa ini sebagai simpul penting dalam rantai pasok industri tambang nasional.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin menyebut, ekonomi NTB ini ditopang tiga sektor besar, yaitu pertanian, pertambangan, dan perdagangan.

“Tiga sektor ini kontribusinya lebih dari 50 persen untuk ekonomi NTB,” ungkapnya, Selasa, 4 November 2025.

Pelabuhan khusus AMNT yang beroperasi di Benete menjadi titik utama pengiriman batuan konsentrat ke luar negeri.

Aktivitas ini tidak hanya memperkuat perekonomian daerah. Tetapi juga memberikan efek pengganda terhadap sektor-sektor pendukung seperti jasa logistik, angkutan laut, dan penyediaan tenaga kerja.

Selain aspek industrinya, melansir laman PT Amman Mineral International Tbk (AMMAN), Desa Benete menawarkan pesona visual yang memikat. Pada malam hari, gemerlap lampu pelabuhan dan aktivitas kapal menciptakan lanskap estetis yang menjadikannya lokasi favorit bagi para fotografer.

Pemandangan senja dengan siluet kapal dan gradasi langit di pesisir Benete, sering menjadi salah satu ikon visual wilayah pesisir barat KSB.

Dukungan infrastruktur di desa ini semakin menunjukkan kesiapan wilayah dalam menopang aktivitas ekonomi. Selain pelabuhan khusus, terdapat pula pelabuhan umum yang berfungsi melayani distribusi barang dan mobilitas logistik di kawasan tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M,Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.

Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan agromaritim, yang fokusnya untuk membentuk ekosistem industri agromaritim dari hulu ke hilir. Prioritas dukungan untuk menguatkan swasembada pangan, serta hilirisasi dan industri pengolahan.

“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya.
Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Selain pertanian, sektor kelautan juga menjadi fokus. Termasuk pariwisata. Menjadi program unggulan NTB Pariwisata Berkualitas yang arah pengembangannya terintegrasi dengan pariwisata Bali dan NTT. Sehingga, memperkuat sisi konektivitas logistik maupun mobilitas orang atau penumpang.

“Dengan demikian standar destinasi yang ada di NTB mesti mengikuti standar-standar yang berlaku secara internasional karena Bali menjadi hub pariwisata internasional,” ujarnya.

“Semua sektor ini saling terkait. Jika kita kuatkan bersama, maka dampaknya akan luas, bukan hanya bagi ekonomi daerah, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO