spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Targetkan 100 Unit RTLH Ditangani Setiap Tahun

Sumbawa Targetkan 100 Unit RTLH Ditangani Setiap Tahun

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PRKP) Sumbawa menargetkan setiap tahunnya akan menangani 100 unit rumah tidak layak huni (RLTH). Anggaran penanganan itu bersumber dari APBD, APBN, maupun dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD.

“Kami targetkan setiap tahun ada penanganan RTLH baik itu pembangunan rumah baru (Backlog) maupun untuk peningkatan kualitas hunian dan di tahun 2024 kita sudah menuntaskan 130 unit RTLH,” kata Kepala Dinas PRKP melalui Kabid Kawasan Permukiman, Rizqi Helfiansyah kepada Suara NTB, Jumat, 5 Desember 2025.

Rizqi melanjutkan, pemerintah pun meyakinkan program 3 juta rumah tersebut tidak hanya pembangunan baru semata Melainkan adanya penanganan rumah tidak layak huni menjadi layak terutama di wilayah pesisir. “Pada prinsipnya kami masih menunggu informasi dari pusat untuk pelaksanaan terhadap program tersebut supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, ” ujarnya.

Diakuinya, penanganan terhadap RTLH hampir setiap tahun diusulkan baik melalui APBD, APBD Provinsi maupun APBN. Hanya saja jumlah yang ditangani belum maksimal dari yang diusulkan, bahkan di tahun 2024 pihaknya hanya mendapatkan 130 RTLH.

“Kalau dari APBN memang tidak ada pembangunan baru untuk tahun ini dan kami berharap dengan adanya Kementerian PKP bisa mendukung penanganan RTLH di Sumbawa, ” ucapnya.

Rizqi pun memastikan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian PKP terkait program 3 juta rumah tersebut. Selain itu, pihaknya juga tentu akan memperbaharui data RTLH yang berada di wilayah setempat untuk dilakukan pengusulan lebih lanjut.

“Kita tunggu regulasinya lebih lanjut terkait program tersebut termasuk berapa jumlah rumah yang akan ditangani di tiap daerah termasuk desa, ” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, penerima bantuan untuk RTLH ini rata-rata masyarakat dalam kategori berpenghasilan rendah (MBR). Namun tetap perlu dilakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan besaran bantuan yang akan diterima nantinya.

“Rata-rata masyarakat yang kita bantu untuk RTLH yakni berpenghasilan rendah, dengan tetap melihat kondisi di lapangan,” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO