Sumbawa Besar (Suara NTB) – Satu unit kapal nelayan asal Jember, Jawa Timur dilaporkan karam di perairan Samudra Hindia tepatnya di wilayah Teluk Boro, Pantai Semara, Desa Suka Mulya, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Kapal tersebut diduga mengalami mati mesin, pada Kamis, 4 Desember 2025 sekitar pukul 08.00 Wita.
“Kapal ini karam karena terjadi mati mesin dan kebocoran di lambung kapal dan tidak ada korban jiwa. Saat ini kondisi empat awal kapal sudah semakin membaik,” kata Kapolsek Labangka Ipda Imam Wahyudi, Jumat, 5 Desember 2025.
Imam menjelaskan, kapal dengan nama Gita 21 – Rumpung Sukoci berukuran GT 17 berangkat dari Jember pada 22 November 2025 dengan misi mengangkut sembako. Saat di perairan Samudra Hindia, mesin kapal mati total (blackout) dan terbawa arus hingga karam di pesisir Labangka. “Kapal ini diiawaki Kapten Supriadi dan tiga ABK,” ujarnya.
Ia pun meyakinkan, seluruh awak kapal berhasil berenang ke pesisir pantai. Setelah menerima laporan, personel Polsek Labangka segera berkoordinasi dengan Tim Nakes Puskesmas Labangka dan Tim SAR Pos Sumbawa untuk penanganan awal.
“Hasil pemeriksaan Tim Nakes menunjukkan bahwa tiga awak kapal dalam kondisi baik dan satu ABK mengalami tensi tinggi dan trauma,” terangnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material akibat kebocoran kebocoran lambung dan kerusakan mesin—diperkirakan mencapai Rp310 Juta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi bahan sembako yang diangkut kapal tersebut.
“Keempat awak kapal saat ini berada di Kampung Nelayan Pantai Semara sambil menunggu penjemputan dari juragan pemilik kapal dan pihak keluarga dari Jember,” timpalnya.
Pihaknya bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi intensif untuk penanganan lanjutan terhadap kapal yang terdampar, mengingat wilayah pesisir selatan Labangka memiliki potensi kecelakaan laut yang tinggi. (ils)


