Mataram (suarantb.com) – Lima koperasi desa (Kopdes) /kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sumbawa dapat dana stimulant sebesar Rp25 juta karena menjadi percontohan Kopdes Merah Putih.
Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H.Lalu Moh.Faozal, kemarin. Ia mengatakan setiap Kopdes percontohan akan mendapatkan pinjaman sebagai modal awal berdirinya Kopdes.
“Karena dari sisi pendiriannya sudah clear. Kan yang belum bisnisnya. Pak Gubernur sudah mengarahkan untuk menggandeng perbankan, memberikan modal awal masing-masing Rp25 juta untuk bisnis awal,” ujarnya.
Menurutnya, untuk membangun bisnis Kopdes, Gubernur NTB Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal menyarankan Bank Himbara memberikan stimulan senilai Rp25 juta kepada 50 model Kopdes sebagai modal awal mereka. Saat ini, pengurus Kopdes itu telah mendapatkan pelatihan kepengurusan.
“Bisnisnya disupport, kita di Pemprov NTB diminta untuk mendorong bisnisnya, memberikan stimulus itu 25 juta. Dengan menggandeng Himbara bukan dikasih percuma, tapi itu adalah pinjaman lunak untuk memulai proses bisnis dia,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Faozal pihak TNI tengah membangun 137 gerai Kopdes Merah Putih yang direncanakan rampung di awal tahun nanti.
Staf Khusus Menteri Koperasi, Ambar Pertiwiningrum mengatakan proyek pembangunan gerai akan dimulai di 41 titik lokasi yang telah telah tuntas status lahannya. Seluruh proses pembangunannya akan melibatkan TNI melalui kerja sama dengan PT Agrinas Nusantara.
Ia menjelaskan, nantinya akan dibangun bisnis yang terdiri dari gerai sembako, kantor koperasi, unit simpan pinjam, klinik, apotek, gudang logistik, dan cold storage. ‘’Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan, dengan target penyelesaian pada 31 Januari mendatang,’’ ujarnya.
Untuk tahap awal, rencana pembangunan Kopdes Kelurahan Merah Putih akan mencakup 20 ribu unit di seluruh Indonesia, termasuk 137 unit di NTB. Namun, proses pembangunan difokuskan terlebih dahulu pada lahan-lahan yang sudah siap secara administratif dan fisik.
“Lahan yang akan dibangun harus berstatus clean and clear, bukan kawasan hutan, tidak memerlukan cut and fill, serta merupakan aset desa,” jelasnya.
Adapun anggaran maksimal pembangunan satu unit Kopdes diperkirakan mencapai Rp3 miliar, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga tengah menyiapkan pelatihan bagi pengurus dan pendamping Kopdes.
Pelatihan dilakukan bagi pendamping bisnis, pendamping desa, penyuluh, dan pendamping operasional agar pengelolaan koperasi berjalan profesional.
“SDM-nya juga harus kuat. Karena itu semua pengurus akan dilatih agar koperasi ini bisa mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (Kukmindag) Sumbawa, S. Adi Nusantara, mengatakan, 50 persen desa di Sumbawa berada di kawasan pesisir. Kondisi ini membuka peluang besar untuk mengembangkan koperasi berbasis ekonomi biru, seperti perikanan, garam, atau wisata bahari yang disinergikan dengan Bappenas agar sejalan dengan peta jalan pengembangan ekonomi nasional.
Akan bangun 165 Koperasi Desa Merah Putih di Sumbawa
Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan membangun sedikitnya 165 koperasi desa merah putih secara bertahap. Jumlah ini sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten tersebut. Yang mana masing-masing desa memiliki satu koperasi merah putih. (era)


