spot_img
Sabtu, Juli 20, 2024
spot_img
BerandaKESEHATANWaspadai Kematian Akibat DBD

Waspadai Kematian Akibat DBD

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, memasifkan pemberantasan sarung nyamuk (PSN) melalui gotong royong secara berkala di lingkungan. Program ini dinilai penting untuk mencegah perkembangan nyamuk aedes aegepty. Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) perlu diwaspadai.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, MARS.,MH., dikonfirmasi akhir pekan kemarin mengklaim, jumlah kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) nihil, karena jumlah kasus gigitan nyamuk relatif turun dibandingkan tahun 2023. Jumlah kasus tercatat sampai akhir bulan Mei 2024, mencapai 300 kasus. “Informasi siswa yang meninggal itu bukan karena DBD. Tim dari puskesmas sudah turun mengecek ke lapangan,” kata Emirald.

Secara umum kata dia, kasus DBD di Kota Mataram biasa saja, karena pemberantasan sarang nyamuk digencarkan di tengah masyarakat. PSN dinilai penting untuk membasmi jentik nyamuk. Jika masyarakat lalai maka potensi nyamuk berkembangbiak sangat tinggi, sehingga peran pemangku kebijakan di tingkat lingkungan sampai kecamatan sangat penting untuk mengawal PSN di masing-masing lingkungan.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemegang program di puskesmas agar turun meskipun tidak ada kasus DBD. Pasalnya, kasus kematian akibat gigitan nyamuk perlu diwaspadai. “Ada atau tidak ada kasus. Saya sudah minta pemegang program turun mengajak masyarakat untuk PSN,” terangnya.

Ditegaskan, masyarakat harus mengatensi munculnya kasus DBD di lingkungan sekitar. Kasus kematian akibat DBD di sejumlah daerah terjadi, sehingga harus dijadikan prioritas bersama.

Penanganan penyakit menular ini, tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pemerintah melainkan perlu kerja kolektif atau bersama-sama untuk mencegah dan menangani. Kebersihan lingkungan sangat tergantung dari kebiasaan masyarakat itu sendiri. “Jadi tidak bisa diserahkan ke pemerintah, tetapi harus secara bersama-sama mencegah melalui PSN,” demikian kata dia. (cem)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments