spot_img
Kamis, Juli 25, 2024
spot_img
BerandaEKONOMIJelang Idul Adha-kecil, Disdag Gelar Pasar Murah di Enam Kecamatan

Jelang Idul Adha-kecil, Disdag Gelar Pasar Murah di Enam Kecamatan

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram kembali menggelar pasar murah menjelang Hari Raya Idul Adha. Langkah ini dilakukan untuk menekan harga kebutuhan pokok. Harga daging ayam dan telur dinilai masih mahal.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha akan digelar pasar murah di enam kecamatan. Kegiatan ini digelar berdasarkan hasil survei di pasar tradisional seperti di Pasar Dasan Agung, Pasar Kebon Roek, dan Pasar Pagesangan bahwa harga beberapa barang pokok belum stabil.

Seperti sebut Nida, daging ayam mencapai Rp42 ribu per kilogram dari harga normal Rp32 ribu-Rp35 ribu per kilogram. Kemudian, harga telur ayam mencapai Rp60 ribu per teray. “Rata-rata pantauan di pasar tradisional ternyata harga belum stabil,” sebut Nida dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Pasar rakyat akan digelar di antaranya di Kelurahan Pejeruk, Kekalik Jaya, Abian Tubuh, dan Kelurahan Monjok. Dikatakan, permasalahan harga daging ayam dan telur sempat ditanyakan ke pedagang soal pemicu kenaikan harga. Pengakuan dari pedagang kemudian dicek di distributor untuk memastikan benang merah dari mahalnya harga telur dan daging ayam.

Faktanya, di tingkat distributor bahwa telur lokal untuk ukuran kecil dijual Rp46 ribu per teray dan telur ukuran besar Rp48 ribu per teray. Turunnya harga telur karena harga jagung anjlok, tetapi banyak peternak justru mengambil DOC (bibit ayam). “Ketika harga pakan anjlok, justru harga DOC yang mahal,” jelasnya.

Pihaknya berusaha mencari formulasi untuk menstabilkan harga telur dan daging ayam serta kebutuhan pokok lainnya, sehingga tidak memicu inflasi serta kepanikan masyarakat. Nida akan mengecek kembali harga telur ayam di pasar tradisional, karena sebagian besar telur yang dijual berasal dari Bali. Mahalnya harga telur ini, apakah disebabkan biaya operasional atau ongkos kirim atau dipicu permasalahan lainnya.

Oleh karena itu, pasar murah diharapkan memberikan stimulus bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Ia mengingatkan masyarakat tidak panik menyikapi kenaikan harga barang pokok tersebut. (cem)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments