spot_img
Minggu, Juli 14, 2024
spot_img
BerandaPENDIDIKANPendaftar Sekolah Negeri Melebihi Daya Tampung, Sekolah Swasta Berharap Dilibatkan dalam PPDB...

Pendaftar Sekolah Negeri Melebihi Daya Tampung, Sekolah Swasta Berharap Dilibatkan dalam PPDB Jalur Zonasi

Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) tahun ajaran 2024/2025 jalur zonasi di sejumlah SMA di Kota Mataram telah melebihi daya tampung sekolah tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat ada siswa tidak lulus PPDB jalur zonasi di SMA tersebut. Oleh karena itu, pihak sekolah swasta menyarankan agar sekolah swasta dilibatkan dalam PPDB sekolah negeri.

Ketua Forum Sekolah Swasta Kota Mataram, Baidawi pada Rabu, 3 Juli 2024 mengatakan, pelibatan sekolah swasta juga sebagai bentuk tindakan nyata pemerintah menyelamatkan sekolah swasta. Termasuk jika ada kondisi tertentu saat PPDB, sekolah swasta bisa dilibatkan.

“Sebenarnya kalau memang ada keinginan dari pemerintah untuk menyelamatkan sekolah swasta, tentu dari perencanaan sampai kebijakan yang akan diambil jika ada kondisi-kondisi tertentu dalam PPDB itu seharusnya swasta juga dilibatkan. Tapi memang kembali lagi ke goodwill (niat baik) pemerintah,” ujar Baidawi yang juga pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta NTB.

Dua SMA ternama di Kota Mataram, seperti SMAN 1 Mataram dan SMAN 5 Mataram sudah memiliki jumlah pendaftar melebihi daya tampung sekolah tersebut pada hari kedua pendaftaran PPDB jalur zonasi, Selasa, 2 Juli 2024. Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Mataram, yang juga Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Mataram, Burhanudin mengatakan, pendaftar di SMAN 1 Mataram relatif cukup banyak.

Pendaftar yang sudah terverikasi sebanyak 245 orang, sedangkan yang belum terverifikasi sebanyak 93 orang pada pendaftaran PPDB jalur zonasi hari Selasa, 2 Juli 2024. Pendaftar jalur zonasi di SMAN 1 Mataram sudah jauh melebih daya tampung untuk jalur zonasi. Berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) PPDB, kuota di SMAN 1 Mataram sebanyak 216 orang.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 5 Mataram Bidang Humas, Muhammad Sofyan menyebutkan total pendaftar jalur zonasi di SMAN 5 Mataram hingga hari Selasa, 2 Juli 2024 sudah mencapai 345 orang. Sementara yang terverifikasi sebanyak 300 orang. Berdasarkan Juknis PPDB, daya tampung siswa baru di SMAN 5 Mataram melalui jalur zonasi hanya sebanyak 173 orang.

Kondisi itu dikhawatirkan akan membuat banyak siswa ditolak. Namun, dalam aturan Juknis PPDB yang dikeluarkan Dikbud NTB ada ketentuan calon peserta didik yang belum dapat ditampung di sekolah tempatnya mendaftar pada akhir masa pendaftaran, akan dilakukan pengaturan lebih lanjut oleh Dinas Dikbud NTB. Kebijakan ini juga yang disesalkan oleh sekolah swasta.

“Proses masuknya siswa baru yang tidak lolos PPDB daring dan dilakukan secara luring berpotensi melahirkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan dugaan pungutan liar (pungli) pada siswa yang ingin masuk sekolah negeri, tapi tidak lulus PPDB daring,” ujar Baidawi pada Senin, 3 Juni 2024.

Pendaftaran PPDB tahun ajaran 2024/2025 jalur zonasi dibuka pada Senin, 1 Juli 2024 sampai dengan Rabu, 3 Juli 2024. Seleksi oleh sistem pada Kamis, 4 Juli 2024 dan Jumat, 5 Juli 2024. Sementara pengumuman jalur zonasi akan dilakukan pada Sabtu, 6 Juli 2024.

Berdasarkan PPDB tahun 2023 lalu, ada calon siswa belum diterima di SMA Negeri di Kota Mataram setelah pengumuman seleksi PPDB. Kondisi itu memaksa Dinas Dikbud NTB menambah rombongan belajar (rombel) di SMA Negeri.

Baidawi menyarankan agar tata Kelola PPDB perlu diperbaiki oleh Dinas Dikbud NTB. Sekolah swasta juga perlu memperbaiki manajemen masing-masing.

“Jika semangat teman-teman sekolah swasta untuk memperbaiki manajemen sekolah masing-masing dan Pemerintah Provinsi memperbaiki Tata kelola PPDB, maka insyaAllah semua akan berjalan dengan baik, walaupun tidak mungkin memuaskan semua pihak,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., mengatakan, pihaknya tetap mendorong sekolah swasta untuk terus mengembangkan diri. Terkait permintaan melibatkan sekolah swasta dalam pembahasan Juknis PPDB atau dalam rangkaian PPDB, menurut Aidy pihaknya kesulitan memenuhi itu.

“Saya mengapresiasi itu (permintaan melibatkan swasta). Namun saya menghindari nanti, siapa tahu, sudah masuk aplikasi tetapi tidak ada yang memilih sekolah swasta, kan khawatir nanti malah drop. Lebih baik lepas saja, dengan cara sekolah swasta masing-masing,” ujar Aidy.

Aidy juga menekankan, dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) hanya mengatur PPDB secara ketat untuk sekolah negeri. Karena itu, pihaknya sulit untuk memasukkan sekolah swasta ke dalam rangkaikan PPDB. (ron)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -



Most Popular

Recent Comments