Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram menargetkan partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024 mencapai 75 persen atau lebih. Target ini diharapkan meningkat dari partisipasi pemilih pada Pilkada tahun 2020 yang mencapai 67 persen.
Ketua KPU Kota Mataram, Edy Putrawan menyebutkan, daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) Kota Mataram yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan berjumlah 322.809. Setelah dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih justru ada pengurangan. Pengurangan ini disebabkan warga telah meninggal dunia, pindah alamat, dan banyaknya warga yang berada di lokasi khusus seperti bekerja di perusahaan tambang dan menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Sehingga, partisipasi pemilih diharapkan mencapai 75 persen dari target nasional. “Kita berharap bisa mencapai 75 persen atau lebih dari target nasional,” terang Edy.
Strategi meningkatkan partisipasi pemilih melalui sosialisasi serta melibatkan seluruh stakeholder untuk sama-sama datang ke tempat pemungutan suara untuk menyalurkan hak pilih. Edy menambahkan, penetapan daftar pemilih tetap pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mataram akan dilaksanakan pada bulan September. “Sesuai jadwal penetapan DPT di bulan September,” katanya.
Pemungutan suara telah ditetapkan 581 TPS di Kota Mataram. Jumlah TPS ini turun dibandingkan pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020 mencapai 725 TPS. Banyaknya TPS saat itu karena pelaksanaan Pilkada masih suasana pandemi Covid-19, sehingga dimaksimalkan jumlah pemilih di satu TPS hanya 300 orang.
Berbeda dengan pelaksanaan pilkada tahun ini, satu TPS memiliki 600 pemilih sehingga isinya lebih padat. “Ada juga satu lingkungan tidak memiliki TPS, sehingga kita titip di lingkungan lain. Tidak mungkin kita membangun TPS kalau jumlah pemilihnya di bawah 500 orang,” terangnya.
Berkurangnya jumlah TPS kata dia, tidak berpengaruh terhadap waktu. Pemilih hanya mendapatkan dua kertas surat suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta walikota dan wakil walikota.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Bawasalu Kota Mataram, M. Yusril menyampaikan, pengalaman pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020 bahwa tingkat partisipasi Kota Mataram sangat rendah atau hanya di angka 60 persen lebih atau di bawah rata-rata nasional 78 persen. Hal ini menjadi perhatian bagi Bawaslu dan KPU selaku penyelenggara teknis untuk menggencarkan sosialisasi penyelenggaraan Pilkada 2024. “Iya, minimal sama dengan target nasional untuk partisipasi pemilih,” terangnya. (cem)

