spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEHari Ini, PMI Korban Penembakan di Malaysia Dijadwalkan Tiba di Lombok

Hari Ini, PMI Korban Penembakan di Malaysia Dijadwalkan Tiba di Lombok

Mataram (Suara NTB) – Gafur (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Waringin, Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur yang meninggal dunia di kawasan Sepupok, Batu Niah, Miri, Sarawak, Malaysia, pada tanggal 29 Juli 2024 dijadwalkan sampai kampung halaman pada Jumat, 9 Agustus 2024 hari ini. Gafur meninggal dunia di ladang sawit pribadi karena menjadi korban pembunuhan. Informasi kematian Gafur diperoleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching dari Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Miri, Sarawak, pada 31 Juli 2024.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos.MH membagikan keterangan terbaru berdasarkan surat dari Layanan Pemakaman Malaysia “Kang 24 Hours Funeral Services” yang mengeluarkan surat permohonan surat keterangan untuk pengantaran jenazah kepada KJRI di Kuching.

Almarhum Gafur diantar dari wilayah Miri Serawak Malaysia menuju Lombok melalui jalur darat dan penerbangan. Tanggal 7 Agustus kemarin, jenazah Gafur diantar dari Miri ke wilayah Tebedu melalui jalur darat. Kemudian dari Entikong ke Pontianak menggunakan kendaraan ambulans. Dari Pontianak menuju Jakarta menggunakan maskapai Super Air Jet. Selanjutnya pengantaran jenazah dari Jakarta menuju Lombok menggunakan penerbangan Super Air Jet pada hari Jumat 9 Agustus 2024.

“Dari bandara ke Alamat almarhum di Cengok Desa Waringin Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur dengan menggunakan ambulans yang difasilitasi oleh BP3MI Mataram,” bunyi surat keterangan tersebut.

Sebelumnya diinformasikan bahwa bagian forensik Rumah Sakit Miri Serawak Malaysia telah melakukan autopsi terhadap korban pada 31 Juli 2024, dan diketahui penyebab kematian Gafur adalah akibat tembakan di bagian dada. Peristiwa penembakan terhadap korban terjadi sekitar pukul 8 pagi tanggal 29 Juli 2024. Tidak ada saksi mata yang melihat saat terjadinya penembakan, namun ada empat orang saksi yang merupakan WNI yang juga bekerja di ladang tersebut, mendengar suara ledakan.

Dalam rilis yang dikirim oleh pihak KJRI Kuching kepada Pemprov NTB diterangkan bahwa saat saksi mencari sumber suara ledakan mereka melihat korban Gafur sudah terbaring dengan luka di sekujur tubuh, namun masih bernyawa. Para saksi segera membawa korban ke pondok terdekat dimana korban sempat mengatakan bahwa ada pencuri yang masuk ke dalam pondoknya, sebelum akhirnya Gafur meninggal dunia.

”Pihak IPD Miri telah mengambil kesaksian keempat orang tersebut dan melakukan pencarian terhadap tersangka pelaku penembakan, namun medan hutan belantara di sekitar lokasi kejadian turut menghambat proses pencarian tersangka,” bunyi keterangan resmi tersebut.

Pihak kepolisian Miri juga menambahkan bahwa luka di sekujur tubuh korban Gafur terjadi karena pelaku menggunakan senapan dengan peluru tabur yang mengakibatkan banyaknya luka tersebar di tubuh korban, dengan tiga luka tembus di bagian dada yang berakibat fatal.

KJRI Kuching menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat terkait penyelidikan kasus ini dan berharap tersangka dapat ditemukan untuk diadili serta dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku di Malaysia.(ris)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO