spot_img
Rabu, Maret 4, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEOktober 2024, NTB Alami Inflasi 1,44 Persen

Oktober 2024, NTB Alami Inflasi 1,44 Persen

Mataram (Suara NTB) – Pada Oktober 2023, terjadi inflasi tahun ke tahun atau year on year (y-on-y) di Provinsi NTB sebesar 1,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,96. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sejumlah kelompok pengeluaran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin mengatakan, beberapa kelompok pengeluaran yang indeksnya naik yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,85 persen, kelompok pendidikan sebesar 3,82 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,09 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,94 persen.

“Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,39 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,36 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,07 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,98 persen,” kata Wahyudin saat menyampaikan berita statistik yang digelar di Kantor BPS NTB, Jumat, 1 November 2024

Indeks kelompok pengeluaran yang memberi andil pada inflasi lainnya yaitu kelompok transportasi sebesar 0,62 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,95 persen.

Sedangkan tingkat inflasi dari bulan ke bulan month to month (m-to-m) Provinsi NTB bulan Oktober 2024 sebesar 0,09 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) di bulan Oktober 2024 sebesar 0,26 persen.

Wahyudin mengatakan, komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y pada Oktober 2024, antara lain emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), sewa rumah, akademi/perguruan tinggi, Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan belasan komoditas lainnya.

Sementara komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi m-to-m pada Oktober 2024, antara lain tomat, emas perhiasan, beras, bawang merah, sigaret kretek tangan (SKT), kacang panjang, sawi hijau, sigaret kretek mesin (SKM) dan lainnya.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y, antara lain beras, ikan tongkol, ikan ambu-ambu, ikan kembung, ikan gembung, ikan banyar, ikan gembolo, ikan aso-aso, bensin, cabai rawit, dan belasan komoditas lainnya.

Menurut Wahyudin inflasi tetap harus dikendalikan, jangan terlampau tinggi, jangan pula terlampau rendah. Sebab jika inflasi terlalu rendah akan membuat pelaku usaha akan malas berproduksi karena harga-harga barang yang diperdagangkan akan mengalami penurunan.

“Bisa jadi ongkos produksi lebih mahal daripada harga jual. Sehingga inflasi harus dikendalikan. Jika terlalu tinggi bisa menggerus daya beli masyarakat, kalau terlalu rendah produsen akan malas berproduksi,” ujarnya.(ris)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO