Dompu (Suara NTB) – Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang Bima berhasil menyerap 1.356,73 ton jagung pipilan kering milik petani di Kabupaten Dompu. Serapan ini baru 6,21 persen dari target yang ditetapkan untuk wilayah Dompu dan Bima.
Jagung yang diserap merupakan jagung pipilan kering dengan kadar air maksimal 14 persen dan dikemas dalam kemasan karung 70 kg. Jagung yang diserap direncanakan akan ditampung di Gudang Lepadi, Gudang Woja, dan Gudang di Lanci Kecamatan Manggelewa.
“Serapan di Kabupaten Dompu sampai kemarin (Selasa, 13/5) sore sebanyak 1.356 ton jagung pipilan kering KA 14 persen,” kata Heri Sulistiyo, pimpinan Bulog Cabang Bima saat dihubungi, Rabu (14/5) siang.
Heri mengaku, jagung petani yang diserap Bulog kini ditampung di Lanci Kecamatan Manggelewa. Karena Gudang sewa di Desa Lepadi Kecamatan Pajo yang selama ini digunakan menampung jagung petani sudah penuh oleh jagung yang ada. “Gudang di Lepadi sudah penuh. Sekarang memanfaatkan gudan di Lanci Manggelewa,” katanya.
Terkait stok jagung tahun 2024 yang ditenderkan Bulog, diakui Heri, hingga saat ini belum ada peminatnya. Sehingga jagung tersebut masih tersedia pada Gudang milik Bulog. “Belum ada yang terjual lewat Lelang,” akunya. (ula)



