spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHJelang Penerimaan Siswa Baru, Sekolah di Loteng Dilarang Tolak Anak Berkebutuhan Khusus

Jelang Penerimaan Siswa Baru, Sekolah di Loteng Dilarang Tolak Anak Berkebutuhan Khusus

Praya (Suara NTB) – Jelang penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025-2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengeluarkan instruksi kepada semua sekolah baik itu jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak-anak usia sekolah untuk bisa bersekolah tanpa terkecuali. Termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Baik itu anak dengan kendala fisik (difabel) maupun anak dengan berkebutuhan khusus lainnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdikbud Loteng Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd., kepada Suara NTB saat ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbang RKPD Loteng 2026 di kantor Bupati Loteng, Kamis, 12 Juni 2025.

Ia mengatakan, Loteng sudah sejak lama mendeklarasikan diri sebagai kabupaten pendidikan inklusi. Jadi sekolah di Loteng dilarang menolak anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di sekolah tersebut.

“Kalau ada anak dengan kebutuhan khusus mendaftar, sekolah tidak boleh menolaknya. Semua harus diterima tanpa terkecuali,” tegasnya. Sehingga tidak ada satu pun  anak usia sekolah yang tidak bisa mengeyam pendidikan di bangku sekolah hanya karena keterbatasan fisik. Semua memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Sebelumnya lanjut Idham, sudah meminta sekolah-sekolah yang ada untuk menginventarisir kondisi anak usia sekolah di wilayahnya masing-masing. Hasilnya, sampai sejauh ini sudah ada terdata sekitar 554 anak berkebutuhan khusus untuk tingkat SD. Sementara untuk tingkat SMP ada sekitar 50 anak berkebutuhan khusus yang sudah terdata.

“Data ini masih bersipat sementara. Karena masih ada sekolah-sekolah yang belum melaporkan hasil pemetaannya. Artinya, masih ada kemungkinan bertambah jumlah anak berkebutuhan khusus yang akan masuk jenjang pendidikan dasar maupun menengah pertama di Loteng di tahun ajaran baru ini,” sebutnya.

Nantinya, bagi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut disiapkan beberapa alternatif. Mau tetap bersekolah di tempatnya mendaftar atau diarahkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada. Terutama bagi anak berkebutuhan khusus fisik. Terpenting anak tersebut sudah terdaftar sebagai siswa.

Bagi anak yang memilih tetap bersekolah tempatnya mendaftar, nanti akan disiapkan guru pendamping khusus. Di mana Loteng sendiri saat ini sudah memiliki sebanyak 36 guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhan khusus yang telah mendapat pendidikan sebelumnya. Namun karena jumlahnya terbatas, kemungkinan pendampingan tidak setiap hari. Tapi dengan pola guru kunjung.

Sedangkan untuk penanganan sehari-hari tetap oleh guru yang sudah ada. “Ke depan kita sudah mengusulkan ke pemerintah provinsi supaya Loteng diberikan porsi untuk penambahan guru pendamping khusus. Supaya jumlahnya bisa lebih banyak. Dan, bisa ditugaskan untuk menangani serta mendampingi siswa berkebutuhan khusus yang ada,” pungkas mantan Asisten III Setda Loteng ini. (kir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO