Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram tengah menyiapkan grand desain kawasan wisata terpadu yang akan memadukan Mataram Water Park (MWP), Teras Udayana, dan pusat kuliner di sekitarnya. Perencanaan besar ini ditargetkan mulai dieksekusi secara fisik pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari penataan ruang kota berbasis wisata dan edukasi, dengan harapan menghadirkan kawasan publik yang terintegrasi antara olahraga, rekreasi, dan ekonomi kreatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, menyampaikan bahwa MWP ke depan tidak hanya difungsikan sebagai pusat pelatihan renang, tetapi juga menjadi ruang rekreasi yang terbuka dan ramah bagi masyarakat lintas usia.
“MWP sekarang kita mau padukan sebenarnya dengan keberadaan Teras Udayana, kemudian pusat kuliner. Nah ini kita minta desain keseluruhannya, grand desain-nya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 19 Juni 2025.
Alwan menjelaskan bahwa MWP saat ini masih dalam proses penataan bertahap. Beberapa penambahan fasilitas sudah dilakukan, termasuk kolam anak-anak dan perpanjangan kolam utama yang sebelumnya tidak memenuhi standar.
“Kalau penambahan-penambahan itu sudah ada sedikit-sedikit. Kolam untuk anak-anak, perpanjangan kolam juga sudah kita akomodir. Kemudian mata air dan pompa airnya sudah diakomodir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sejak awal, MWP memang dirancang sebagai pusat latihan. Namun, melihat kebutuhan di lapangan, kawasan ini juga dimanfaatkan oleh anak-anak TK dan PAUD di sisi timurnya, serta oleh sejumlah klub renang untuk latihan rutin.
Meski begitu, keluhan masyarakat terkait kualitas air di MWP sempat mencuat. Hal ini menjadi perhatian serius Pemkot. “Kemarin kan yang dikeluhkan sumber mata air, kemudian filternya sudah diperbaiki. Tinggal mungkin mana lagi yang jadi prioritas kita, nanti kita lihat untuk perbaikan,” katanya.
Alwan menegaskan, kualitas air menjadi prioritas utama sebelum melanjutkan pengembangan lainnya. “Yang pokok dulu, airnya dulu. Kualitas airnya. Jangan sampai, udah berenang di sana nanti gatal segala macam. Nah ini kualitas airnya yang kita perlu jaga,” tegasnya.
Selain perbaikan teknis, usulan dari masyarakat juga menjadi bahan pertimbangan, salah satunya adalah menjadikan MWP sebagai kawasan indoor. “Itu yang kita lihat pertimbangannya, sehingga bisa untuk anak-anak sampai siang,” ujarnya.
Terkait anggaran, Sekda menyebutkan bahwa besaran biaya pengembangan belum dapat dipastikan karena masih menunggu rampungnya grand desain keseluruhan kawasan. “Kita minta grand desain-nya dulu. Yang penting saat ini bisa dimanfaatkan dulu sekarang untuk rekreasi dulu lah,” imbuhnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Pemkot juga membuka peluang agar MWP dapat diakses secara gratis sementara waktu. “Harapan kita, gratis dulu lah. Untuk masyarakat dulu,” tutupnya.
Sebelumnya, Pemkot Mataram memang belum berhasil mengoptimalkan keberadaan MWP sebagai sumber pendapatan daerah. Sejumlah kendala baik dari sisi sarana maupun operasional membuat fasilitas ini kurang maksimal digunakan.
Pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram juga mengakui bahwa kolam utama MWP belum memenuhi standar panjang kolam nasional sehingga belum bisa dipakai untuk kompetisi resmi. Saluran air dan keamanan kolam anak juga menjadi perhatian.
Sejak dibuka secara gratis pada 2019, pendapatan dari MWP masih rendah. Pada 2024, target retribusi hanya Rp10 juta, dengan realisasi sekitar Rp4 juta hingga Rp8 juta, sebagian besar berasal dari penyewaan kolam untuk latihan atlet dan klub renang.
Dispora telah mengusulkan anggaran revitalisasi sekitar Rp5,9 miliar, mencakup penambahan wahana, pembangunan kolam anak, dan perluasan kolam utama. Namun karena keterbatasan APBD, perbaikan hanya bisa dilakukan bertahap. Salah satu proyek 2025 adalah pembangunan saluran pembuangan air dengan anggaran Rp200 juta.
Situasi ini menjadi sorotan publik, mengingat MWP telah menelan anggaran besar sejak awal pembangunan, namun kontribusinya terhadap PAD masih minim. Dengan grand desain baru yang menempatkan MWP dalam kawasan terpadu bersama Teras Udayana dan pusat kuliner, Pemkot berharap wajah baru MWP bisa menjawab tantangan selama ini.(hir)


