Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Tri Budi Prayitno menyatakan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi akan dilantik menjadi dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pekan ini.
Pelantikan ini menyusul adanya Surat Keputusan (SK) nomor 0002/KEP/AU/12008/2025 yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pengangkatan Lalu Gita sebagai Dosen Lektor di IPDN.
“Insyaallah dalam pekan ini ada terkait pelantikan dia (Sekda) sebagai dosen,” ujarnya, Senin, 23 Juni 2025.
Sementara itu, SK terkait pemberhentiannya sebagai Sekda belum keluar. Berdasarkan mekanismenya SK Presiden tersebut akan keluar setelah Gita resmi dilantik menjadi dosen.
“Terkait dengan SK dosen sudah ada, tetapi tunggu pelantikannya,” sambungnya.
Setelah Gita berhenti menduduki bangku Sekda, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal akan menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Sekda untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Setelah diisi oleh Plh kurang lebih selama 15 hari, gubernur akan mengusulkan nama ke Kemendagri untuk menjadi Penjabat (Pj) Sekda. Baru setelah itu ditunjuk Sekda definitif melalui seleksi terbuka.
“Pak Gubernur akan melakukan seleksi terbuka untuk memilih sekda definitif,” terangnya.
Saat disinggung perihal kapan dilakukan seleksi terbuka posisi strategis Sekda, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB ini tidak membeberkannya. “Belum, kita tunggu saja waktunya,” pungkasnya.
Sebelumnya Gita pernah menyampaikan jika dirinya sudah memutuskan beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemendagri, yaitu menjadi dosen IPDN. Dirinya mengupayakan proses peralihan ini lebih cepat untuk melakukan penyesuaian di tempat barunya.
“Sebelum Oktober saya sudah pensiun. Saya berupaya untuk selesai lebih cepat dan menyesuaikan di tempat baru. Butuh juga kan,” ungkapnya.
Menyinggung sosok yang tepat menggantikannya, Gita tidak menyebut nama. Namun, ada sekitar lima sampai tujuh pejabat Pemprov NTB yang memenuhi syarat menjadi Sekda. Selain itu, tidak menutup kemungkinan pejabat dari luar Provinsi NTB juga berpotensi mengisi kursi Sekda ini.
“Kalau naturalisasi (pejabat dari luar) ada juga yang minat. Di grup ada yang mengusulkan. Tapi kita tidak tahu apakah dia berani pentas di provinsi atau tidak. Belum tentu mereka berani. Yang jelas di provinsi itu sudah hebat-hebat. Lokal ini sudah memenuhi syarat,” ujarnya. (era)



