spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBMeski Bersifat Pilihan, SMA di Lombok Ini Wajibkan Siswanya Ikut TKA

Meski Bersifat Pilihan, SMA di Lombok Ini Wajibkan Siswanya Ikut TKA

Mataram (suarantb.com) – Tes Kemampuan Akademik atau TKA jenjang SMA akan dilaksanakan pada bulan November 2025. Siswa tidak wajib mengikuti TKA, karena bersifat pilihan. Meski demikian, SMAN 1 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara akan mewajibkan siswanya mengikuti TKA.

Kepala SMAN 1 Kayangan, Moch. Fatkoer Rohman, S.Pd., M.Pd., pada Selasa (29/7/2025) mengatakan, ia mewajibkan semua siswa kelas XII mengikuti TKA. “Jadi semua nanti saya daftarkan di sistem. Masalah nanti ada anak yang gak mau ikut tidak saya paksa. Berarti memang tidak ingin melanjutkan kuliah. Yang penting saya sudah memfasilitasi,” ujar Fatkoer.

TKA ini adalah salah satu instrumen untuk menilai kualitas pendidikan secara umum. Pelaksanaan TKA khusus untuk kelas XII. Pemerintah tidak mewajibkan karena ini tidak sama seperti ujian nasional dulu yang menjadi syarat kelulusan siswa.

Hasil TKA ini akan menjadi salah satu pertimbangan kelulusan dalam seleksi calon mahasiswa baru nantinya. Fatkoer juga sangat setuju TKA sebagai bahan pertimbangan seleksi masuk PTN.

“Siapa tahu anak mau daftar tentara atau polisi mungkin dibutuhkan. Bisa jadi anak-anak semula gak kuliah atau gak daftar apa-apa, terus berubah pikiran. Maka perlu saya siapkan (dengan mewajibkan mereka ikut),” jelas Fatkoer.

TKA Salah Satu Instrumen Menilai Kualitas Pendidikan

Sebelumnya, Sub Koordinator Kurikulum Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Purni Susanto, mengatakan, TKA adalah salah satu instrumen untuk menilai kualitas pendidikan secara umum. Ia sangat menganjurkan siswa yang akan melanjutkan ke jenjang PTN untuk mengikutinya. Apalagi hasil ini akan menjadi salah satu pertimbangan kelulusan dalam seleksi calon mahasiswa baru nantinya.

Di samping itu, dalam beberapa tahun terakhir ini pihaknya terus melakukan tracer study, untuk melacak seberapa banyak alumni SMA yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Sekolah kita minta melakukan pendataan sekaligus mendorong anak-anak untuk terus menimba ilmu. Walaupun hasilnya belum signifikan, minimal upaya ini dapat meningkatkan upaya sekolah untuk melakukan pendampingan terutama bagi siswa yang berniat melanjutkan pendidikan,” jelas Purni. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO