Mataram (suarantb.com) – Pengumuman hasl tes substansi seleksi bakal calon kepala sekolah (BCKS) SMA dan SMK di NTB dari dana APBN telah dilakukan pada Jumat (1/8/2025). Sebanyak 18 orang peserta seleksi BCKS jenjang SMA Sederajat dari NTB dinyatakan lulus dalam seleksi substansi itu. Mereka berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu pendidikan dan pelatihan atau Diklat bakal calon kepala sekolah.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Dikbud NTB, Nur Ahmad mengatakan, Kemendikdasmen telah melaksanakan pengumuman seleksi substansi BCKS. “Untuk SMA/SMK NTB total yang lulus 18 orang sesuai kuota,” ungkapnya, pada Jumat (1/8/2025).
Sebelumnya, pelaksanaan tes substansi seleksi BCKS pada Sabtu, 12 Juli 2025 dan Minggu, 13 Juli 2025 yang diikuti oleh 260 peserta BCKS. Jumlah tersebut terdiri dari BCKS TK, SD, SMP, SMA, SMK di NTB.
Nur Ahmad menyebut, dari 260 BCKS yang mengikuti tes substansi, hanya setengahnya yang akan terjaring. Hal itu disesuaikan dengan anggaran dari APBN. Kuota SMA sederajat hanya sebanyak 18 orang.
Pendidikan dan Pelatihan
Setelah tes substansi selesai, tahap selanjutnya adalah pendidikan dan pelatihan BCKS. Diklat akan diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB. Nantinya, penempatan kepala sekolah di NTB akan berbasis domisili.
Seleksi BCKS kali ini menggunakan biaya APBN dan kuotanya hanya 18 orang. “Berikutnya akan dipenuhi pada seleksi berikutnya dengan biaya APBD,” jelas Nur Ahmad.
Nantinya, penempatan kepala sekolah di NTB akan berbasis domisili. Pemerintah Provinsi NTB hanya melaksanakan seleksi administrasi, sementara tes substansi dan pendidikan dan pelatihan oleh pemerintah pusat. Meski demikian, Pemprov NTB yang akan menempatkan calon kepala sekolah tersebut.
“Penempatan untuk mengisi di sekolah ditentukan pemerintah daerah. Pemerintah akan mengusahakan calon kepala sekolah mengisi jabatan di sekolah yang berada di sekitar domisilinya. Namun, jika tidak ada calon kepala sekolah dari sekitar domisili sekolah tertentu, maka bisa diisi calon kepala sekolah dari luar domisili daerah terdekat,” ungkap Nur Ahmad.
Rangkaian seleksi BCKS ini, kata Nur Ahmad sejalan dengan seleksi terbuka kepala sekolah yang direncanakan Pemprov NTB. Melalui rangkaian seleksi ini, Nur Ahmad berharap pihaknya bisa mendapatkan kepala sekolah yang berkualitas, memiliki kompetensi, dan kapasitas yang sangat baik. “Sehingga mampu memajukan sekolah yang dipimpinnya maupun pendidikan di NTB pada umumnya,” harapnya. (ron)



