Selong (Suara NTB) – Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., menegaskan komitmennya untuk meningkatkan terus kualitas pendidikan. Kualitas katanya bukanlah pilihan melainkan sebuah keharusan.
Dalam rangka memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tersebut, kampus Universitas Hamzanwadi ini menyelenggarakan Sosialisasi IAPS 2.0 dan Workshop Penyusunan Instrumen E-Monevin selama dua hari (6-7 Agustus 2025). Kegiatan yang diinisiasi LP3M ini dihadiri seluruh pimpinan UPPS, menandai keseriusan institusi dalam menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Mantan Wakil Gubernur NTB ini menegaskan kualitas adalah keharusan mutlak. “Target kita tinggi, tapi menjadi program studi dan institusi unggul bukan pilihan—itu keharusan,” tegasnya, seraya meminta seluruh jajaran—dari wakil rektor hingga dosen—bekerja konsisten menjaga mutu. “Mulailah dari disiplin, kesungguhan tugas, dan kolaborasi,” ujarnya mengingatkan.
Rektor juga mendorong dosen meningkatkan kinerja akademik melalui riset, publikasi ilmiah, penulisan buku, dan pengabdian masyarakat. Ia sekaligus mengapresiasi perolehan izin operasional Prodi Kedokteran Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter sebagai buah komitmen pemenuhan sarana dan SDM.
Direktur LP3M Universitas Hamzanwadi, Dr. Padlurrahman, M.Pd. memaparkan materi Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 2.0, dilanjutkan workshop penyusunan instrumen E-Monevin bersama fasilitator ahli.
Ketua Panitia Atiaturrahmaniah, M.Pd. menyatakan kegiatan diikuti 70 peserta—termasuk dekan, koordinator prodi, dan anggota GKM. “Instrumen hasil workshop akan divalidasi, diuji coba, lalu diinput ke E-Monevin untuk resmi digunakan Semester Ganjil 2025/2026,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti kesiapan Unizar menjamin mutu pendidikan berdaya saing nasional dan global, mempertegas bahwa kualitas adalah fondasi non-negosiasi bagi kemajuan institusi. (rus)

