Oleh: Rieka Yulita Widaswara, M.I.Kom. (Koprodi Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Gde Pudja Mataram)
Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat lintas program studi di Kabupaten Sumbawa selama lima hari, sejak 23 Agustus hingga 27 Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Moderasi Beragama: Kolaborasi Lintas Prodi untuk Mendukung Perubahan Institut menjadi Universitas”.
Sebanyak 10 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram terlibat aktif dalam kegiatan ini. Program pengabdian lintas prodi menjadi wujud nyata komitmen sivitas akademika untuk menghadirkan kontribusi keilmuan, sosial, dan budaya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan difokuskan pada pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan publik speaking, pelatihan aksara Bali, pendampingan pembuatan sarana upakara dan dialog kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tim pengabdian juga mengadakan diskusi bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama terkait penguatan kompetensi generasi muda dalam ajang lomba, khususnya Utsawa Dharma Gita, mengingat sejumlah dosen IAHN Gde Pudja Mataram memiliki pengalaman sebagai dewan juri nasional ajang tersebut.
Ketua tim pengabdian sekaligus Sekretaris LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, I Nengah Putra Kariana, S.Pd.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa kegiatan lintas prodi ini tidak hanya merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga solusi konkret atas persoalan sosial dan keberagaman di masyarakat.
“Melalui pengabdian lintas prodi, kami ingin memperkuat kontribusi nyata IAHN Gde Pudja di tengah masyarakat. Moderasi beragama adalah fondasi utama untuk menjaga kerukunan, sekaligus mendukung pengembangan institusi kami ke arah universitas,” ujarnya.

Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi lintas prodi menjadi langkah strategis dalam proses transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menuju Universitas.
“Pengabdian lintas prodi di Kabupaten Sumbawa ini adalah bukti nyata bagaimana perguruan tinggi hadir untuk masyarakat. Moderasi beragama bukan hanya konsep akademik, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut menjadi gerakan berkesinambungan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat visi IAHN Gde Pudja Mataram menuju universitas,” tegas Rektor.
Dalam kesempatan yang sama, IAHN Gde Pudja Mataram juga menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Sumbawa. Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis moderasi beragama. Sinergi lintas agama ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata praktik toleransi dan kerja sama akademik dalam membangun harmoni sosial di daerah multikultural seperti Sumbawa.

Ketua Parisada Hindu Kabupaten Sumbawa Purnawirawan I Nyoman Mandi menyampaikan masyarakat Sumbawa menyambut positif kegiatan tersebut. Beberapa tokoh lokal menilai program ini sangat relevan dengan tantangan sosial saat ini, khususnya dalam menjaga harmoni antarumat beragama di wilayah yang multikultural.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 27 Agustus 2025, pengabdian masyarakat lintas prodi ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang mempererat hubungan akademisi dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran IAHN Gde Pudja Mataram sebagai pusat pendidikan yang berorientasi pada pembangunan karakter, kebangsaan, dan moderasi beragama. (*)


