Mataram (suarantb.com) – Lebih dari 70 siswa dari 10 SMA/SMK sederajat di Kota Mataram mengikuti Ruang Perjumpaan di SMAN 2 Mataram pada Sabtu, 20 September 2025. Forum ini merupakan inisiasi BasaNTB, platform digital yang mendorong anak muda untuk beraspirasi dan beropini dan dijalankan oleh Yayasan Youth ECCO Foundation.
Ruang Perjumpaan adalah program adaptasi dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemdikdasmen yang menjadi ruang dialog, kolaborasi, dan ekspresi kreatif anak muda. Esensinya adalah mengumpulkan peserta dari sekolah berbeda ke dalam kelompok tematik. Mereka akan membahas isu NTB, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pernikahan dini.
Founder Yayasan Youth ECCO Foundation, Walissa Tanaya Pramanasari, menyampaikan tujuan kegiatan. “Kami ingin memberi kesempatan bagi anak-anak muda untuk bertemu, berdialog, dan menyuarakan gagasan mereka dengan cara yang kreatif,” ujarnya.
Pesan senada juga disampaikan Dyah Mahesti Wijayanidaridari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemdikdasmen. Ia menilai Ruang Perjumpaan menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai kebinekaan. “Pelajar tidak hanya perlu unggul secara akademis. Tetapi juga harus memiliki karakter toleran, terbuka, dan siap bekerja sama menghadapi tantangan sosial,” katanya.
Penting bagi Perkembangan Pelajar
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Lalu Sirozudin, S.Pd., M.Pd., mewakili Kepala Dinas, yang membuka kegiatan secara resmi. Ia menekankan pentingnya Ruang Perjumpaan bagi perkembangan pelajar. “Wadah seperti ini membantu membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan peduli dengan persoalan sosial di sekitarnya,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore dengan berbagai aktivitas. Mulai dari ice breaking, berbagi cerita tentang keberagaman, diskusi kelompok mengenai isu sosial di NTB, hingga merumuskan solusi dalam bentuk poster aspirasi. Hasil karya kelompok kemudian dipresentasikan dalam sesi “Berbagi Opini dan Harapan” sebelum ditutup dengan refleksi bersama.
Ruang Perjumpaan berhasil menjadi wadah belajar kebersamaan, perdamaian, dan penghargaan terhadap perbedaan. Ide-ide sederhana yang lahir dari forum ini diharapkan menjelma menjadi aksi nyata, menguatkan suara pemuda NTB sebagai agen perubahan. Karena poster-poster yang dihasilkan memang tampak sederhana, hanya coretan spidol di atas kertas manila. Namun, di baliknya ada keberanian untuk bermimpi tentang NTB yang damai, adil, dan lebih baik.
Dari Ruang Perjumpaan inilah, suara pemuda NTB mulai menemukan jalannya, dikumpulkan, dan difasilitasi untuk berkembang. Ide-ide yang lahir di forum ini kemudian akan dijembatani ke Berugak Pemuda pada 24–25 September 2025, sebagai tahap lanjutan untuk mewujudkan gagasan menjadi aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. (r)



