Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mencatat, hanya 53 persen siswa-siswi di NTB melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi. Persentase tersebut berdasarkan hasil sistem pelacakan dan survei alumni (tracer study) yang dilakukan Dikbud NTB.
Demikian disampaikan, Plt. Kabid Pembinaan SMA, Muazzam usai mengikuti Rapat koordinasi (Rakor) SMA/SMK, Dikbud NTB, pada Jumat, 3 Oktober 2025 mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan terobosan segar untuk menjawab persoalan tersebut.
“Sebenarnya sudah program awal untuk menangani anak-anak kita yang belum atau yang tidak melanjutkan kuliah. Namanya double track,” katanya.
Double track merupakan program di jenjang SMA yang menggabungkan kurikulum akademik dengan pelatihan keterampilan. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar siap melanjutkan studi perkuliahan, siap kerja, dan siap berwirausaha.
Muazzam menjelaskan, meski program double track sudah berjalan di NTB. Namun, haya sebagian sekolah yang menerapkan. “Kita perlu perkuat kembali pelaksanaan dari double track kita. Entah nanti bentuk pelaksanaannya seperti apa,” jelasnya.
Muazzam berencana menggandeng SMK yang notabene-nya akrab dengan keahlian dan keterampilan sebagai mitra penerapan program tersebut. “Atau dengan dunia usaha terdekat untuk kita perkuat double track yang sudah kita programkan,” tuturnya.
Saat ini, Dikbud sedang memantau pelaksanaan double track di beberapa sekolah di Mataram. “Sudah ada beberapa sekolah yang melaksanakan, cuma saya belum lihat secara riil sampai mana,” tandasnya. (sib)



