spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBPastikan Kelancaran TKA, SMAN 5 Mataram Gencar Lakukan Simulasi

Pastikan Kelancaran TKA, SMAN 5 Mataram Gencar Lakukan Simulasi

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Mataram menggencarkan pelaksanaan simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) sejak Rabu (8/10) lalu. Simulasi dilakukan untuk memastikan sistem pada aplikasi TKA tidak mengalami gangguan saat pelaksanaan sebenarnya pada November mendatang.

Wakil Kepala (Waka) Kurikulum, SMAN 5 Mataram, Musanni pada Jumat (10/10) mengatakan, pihaknya menyelenggarakan simulasi selama dua hari yakni Rabu (8/10) dan Kamis, 9 Oktober 2025.

Penyelenggaraan selama dua hari itu untuk memastikan sistem berjalan lancar dan siswa memahami proses pelaksanaan TKA. “Pelaksanaan hari pertama ini terkendala sistem. Jadi anak-anak tidak bisa login (masuk),” katanya.

Meski mengalami kendala gangguan sistem pada hari pertama, Musanni menilai hal itu memang disengaja. Menurutnya, pengemban sistem ingin menguji server ketika nantinya menemui gangguan.

“Ini sepertinya hal yang disengaja. Supaya siswa juga nanti khususnya di sistem tidak panik,” jelasnya.

Hal itu diperkuat ketika pada hari kedua pelaksanaan simulasi TKA pihak sekolah kemudian tidak menemui kendala yang berarti.

“Hari kedua sudah oke. Tidak ada masalah. Jadi anak-anak bisa mengerjakan soal sesuai dengan jadwalnya,” terang Musanni.

Selain memastikan kelancaran sistem, SMAN 5 Mataram juga memastikan kesiapan siswa-siswinya. Persiapan dimulai pihak sekolah dari mendata setiap siswa sesuai jurusan dan mata pelajaran yang dipilih.

Pendataan mengenai Mapel pilihan ini dinilai penting, pasalnya hasil TKA akan menjadi salah satu persyaratan bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah melalui SNBP.  “Supaya sinkron (jurusan) apa yang mereka ambil dengan mata pelajaran TKA yang diambil di sekolah,” tutur Musanni.

SMAN 5 Mataram juga membekali setiap siswa peserta TKA melalui program pengayaan sejak dua bulan yang lalu. Namun demikian, alih-alih melatih siswa menjawab soal, sekolah justru mengajak siswa untuk memahami konsep pengerjaannya.

Dengan demikian, siswa tidak akan kebingungan ketika berhadapan langsung dengan soal TKA sebenarnya.

“Jadi pengayaannya berbasis soal. Tapi guru-guru tidak hanya menjawab soal lalu selesai. Tapi di situ kemudian dijelaskan konsep-konsep apa yang dia butuhkan untuk menjawab soal itu,” ujarnya.

Dari segi fasilitas dan sarana prasarana seperti ruangan, jaringan, dan listrik sekolah sudah memastikan kesiapannya. Hanya saja, SMAN 5 Mataram masih kekurangan perangkat penunjang seperti komputer.

SMAN 5 Mataram saat ini hanya memiliki 30 unit. Sementara yang dibutuhkan sekolah untuk menunjang penyelenggaraan tes sebanyak 80 unit.  “Komputer ini rencananya kita akan sewa sisanya. Berarti kita akan sewa sekitar 50 (unit),” tandasnya. (sib)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO