Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa memberikan atensi khusus terkait pekerjaan penataan taman Sabalong Samalewa yang berada di simpang bingung karena persentase pekerjaannya dianggap masih rendah.
“Hingga bulan Oktober progres pekerjaannya baru di angka 30,9 persen dari yang seharusnya sudah berada di angka 70 persen. Sehingga kami minta agar kontraktor pelaksana bisa memberikan atensi khusus,” kata Kadis LH, Pipin Shakti Bitongo, Kamis (23/10/2025) lalu.
Ia melanjutkan, progres pekerjaan yang masih rendah itu terjadi karena ada barang pabrikasi yang saat ini masih dalam proses pengerjaan di tempat lain. Pekerjaan itu berkaitan dengan lampu hias sementara hasil koordinasi terakhir dengan penyedia rencana lampu hias akan tiba di Sumbawa pada bulan November.
“Kalau dari segi pekerjaan fisik di lapangan sudah tidak ada masalah, yang kita tunggu hanya lampu hiasnya saja. Jika lampu sudah ada maka kami yakin bisa menggenjot persentase pekerjaan,” ujarnya.
Selain itu, ada juga pengadaan kursi taman yang harus dipesan di tempat lain dan membutuhkan waktu untuk proses pengadaannya. Ia pun meminta agar kontraktor pelaksana bisa segera menuntaskan pekerjaannya meski kontraknya berakhir tanggal 4 Desember mendatang.
“Kami minta agar kontraktor bisa segera menyelesaikan pekerjaannya tanpa harus menunggu kontrak berakhir. Apalagi hasil pengecekan lapangan sudah tidak ada pekerjaan yang berat,” tambahnya.
Ia melanjutkan, penataan taman yang menghabiskan anggaran sebesar Rp1,3 miliar itu dilakukan pemerintah karena merupakan pintu masuk ke kota Sumbawa. Karena jika tidak di tata dengan bagus dikhawatirkan akan menimbulkan kesan negatif bagi para tamu yang akan datang ke Sumbawa.
“Taman ini kita bakal jadikan ikon Kota Sumbawa, karena posisinya yang berada di pintu masuk Kota. Penataan ini juga dilakukan supaya tidak terkesan kumuh,” tukasnya. (ils)



