Giri Menang (Suara NTB) – Menidaklanjuti instruksi Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini, terkait Pemanfaatan Pekarangan Kantor Perangkat Daerah untuk menanam sayur-sayuran. Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) telah menyiapkan 2.500 bibit sayuran seperti cabai, tomat, terong, sawi dan seledri. Bibit sayuran ini pun dibagikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat.
Bibit ini ditanam di masing-masing pekarangan untuk memberi contoh pada masyarakat bagiamana pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga dan sampah plastik sebagai media tanam sayur mayur.
“Maka diminta kepada semua Perangkat Daerah di Kabupaten Lombok Barat untuk memanfaatkan pekarangan kantor dengan menanam sayur-sayuran, seperti cabai, tomat, terong, seledri, dan sayur-sayuran lainnya,” kata Kadis Ketahanan Pangan Lobar H. Afgan Kusumanegara menyampaikan surat instruksi Bupati tersebut.
Selanjutnya, kata Afgan, OPD diminta memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai sebagai media tanam,seperti ban bekas, karung bekas, bekas air mineral gelasan/botol, kertas semen, bekas plastik/botol minyak goreng, dan lain-lainnya.
Untuk bibit sayuran bisa diambil di Dinas Ketahanan Pangan. Dan pemanfaatan pekarangan ini akan dilombakan dan penilaiannya akan dilakukan pada akhir tahun 2025, pada saat musim panen.
Pembagian bibit ini dilakukan sejak pekan lalu. Sejauh ini sudah banyak instansi maupun kelompok masyarakat dan Pemdes yang mengambil bibit tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik. Antusias OPD dan warga pun cukup tinggi untuk memperoleh bibit sayuran ini. Sejak dibagikan pekan lalu, sudah banyak OPD mengambil bibit. “Sama-sama 50 bibit yang kami berikan,”ujarnya.
Selain OPD ada juga kalangan masyarakat, kelompok dan desa yang mengambil bibit. Termasuk awak media juga dibolehkan mengambil bibit. Tujuan pemberian bibit ini untuk ketahanan pangan keluarga, terlebih ditengah harga cabai yang cepat mengalami turun naik. Hasil penanganan bibit ini, khususnya pada OPD akan dinilai dalam Lomba.
Yang dinilai OPD yang berhasil menanam, bibit tumbuh dan kreatif memanfaatkan limbah sampah plastik. Selain pembagian bibit sayuran, pihaknya juga menggalakkan lapak sayuran serba lima ribu yang dijajakan di depan kantor dinas dan Car Free Day. Selain itu sudah ada di kampung-kampung. “Nanti warga yang isi, kita ajari cara pengemasan dan dari mana dapat sumber-sumber baku sayur-sayuran,” imbuhnya. (her)



