spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMASungai Padolo Hampir Meluap, Wali Kota Bima Soroti Hulu Sungai Rusak

Sungai Padolo Hampir Meluap, Wali Kota Bima Soroti Hulu Sungai Rusak

Kota Bima (Suara NTB) – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Bima bagian timur pada Senin, 3 November 2025  tak hanya mengakibatkan meningkatnya debit air di hulu, tetapi juga membuat Sungai Padolo di Kota Bima hampir meluap. Warga mulai khawatir banjir besar seperti tahun-tahun sebelumnya akan kembali terjadi.

“Syukur hujan kemarin hanya di bagian selatan Wawo, tapi itu pun sudah menandakan ada yang salah di hulu. Kalau nanti DAS (Daerah Aliran Sungai) Lampe dan DAS Nungga turun bersamaan, bisa bahaya. Kita lihat apakah proyek penahan air yang dibangun pemerintah kota mampu menahannya,” kata salah seorang warga Dodu, Hila, Selasa (4/11/2025).

Kekhawatiran itu juga datang dari Wali Kota Bima, H. A. Rahman, H. Abidin, S.E., yang menyoroti kondisi hutan di kawasan Kelurahan Lampe dan Dodu, perbatasan antara Kabupaten Bima dan Kota Bima, serta di wilayah Asakota. Ia menyebut kondisi vegetasi di hulu sudah sangat mengkhawatirkan dan perlu segera ditangani bersama.

“Saya sudah sampaikan dan koordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk segera mengambil sikap tegas tentang persoalan ini,” tegasnya, Selasa (4/11/2025).

Rahman mengingatkan agar seluruh pihak mewaspadai pola siklus banjir besar 10 tahunan yang pernah melanda Kota Bima, terutama pada Desember 2016 lalu. “Siklus 10 tahunan di bulan Desember 2016 silam tentu kita semua tidak berharap itu terjadi lagi pada 2026 ini. Tapi kita butuh kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi musim penghujan tahun ini, apalagi kondisi di hulu sudah rusak,” ujarnya.

Ia menyebut, meski Pemerintah Kota Bima saat ini tengah menata infrastruktur pengendalian banjir melalui program NUFReP dan JICA, serta pembangunan drainase primer yang sedang berjalan, upaya tersebut tidak akan efektif tanpa keterlibatan masyarakat. “Ini semua butuh peran semua pihak untuk mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya peran lembaga pengelola hutan. “Peran KPH Maria Donggomasa ini lemah, karena kita yang akan mendapatkan efek dari kerusakan hutan ini. Maka saya minta Camat, Lurah agar berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas pada musim hujan ini pantau aktivitas masyarakat yang membuka lahan baru,” tandasnya.

Derasnya hujan di awal November ini menjadi alarm dini bagi pemerintah dan masyarakat Bima. Jika kondisi hulu tak segera dipulihkan dan koordinasi lintas wilayah tidak diperkuat, maka ancaman banjir di wilayah hilir, terutama Kota Bima, akan terus berulang setiap datangnya musim hujan. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO