Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa mencatat sedikitnya ada sekitar 684 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang terjadi dalam rentan Januari-November 2025. Delapan kasus di antaranya dinyatakan positif rabies.
“Status kita masih Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Kasus gigitan HPR terbanyak kita temukan di kecamatan Lunyuk sebanyak 117 kasus,” kata Kadis DPKH Sumbawa, Saifuddin, kepada Suara NTB, Senin, 24 November 2025.
Ia turut merincikan, dari 684 GHT tersebut didominasi gigitan anjing sebanyak 549 ekor, kucing 96 ekor, dan monyet dua ekor. Sementara dari sejumlah sampel yang dikirim ke Laboratorium, delapan di antaranya positif rabies dan sisanya negatif sehingga pemerintah masih menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies.
“Memang angka kasus gigitan HPR ini cukup tinggi, karena setiap ada kejadian harus dilaporkan, meski belum dinyatakan positif rabies,” ucapnya.
Pemerintah juga terus memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini terutama kaitannya dengan penanganan HPR apalagi ada dua kematian akibat rabies. Salah satunya dengan pelaksanaan vaksinasi HPR, eliminasi HPR tidak bertuan, dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Untuk sosialisasi ke sekolah, kami berkerja sama dengan Dinas Dikbud terutama anak SD dan SMP mengingat persentase gigitan banyak terjadi kepada anak-anak,” ujarnya.
Bahkan berdasarkan data, lanjut Saifuddin, jumlah HPR yang tidak bertuan di Sumbawa mencapai 80 persen sehingga HPR ini yang berpotensi menularkan rabies. HPR (anjing) yang tidak berkepemilikan inilah yang menjadi kendala dalam menekan kasus rabies.
“Kita sangat kesulitan melakukan pelayanan vaksinasi HPR ini karena banyak HPR yang tidak bertuan,” ucapnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kontak langsung dengan anjing. Jika ada anjing yang diprediksi menebar virus rabies agar diinformasikan dengan cepat sehingga bisa langsung ditangani dan di eliminasi sebelum muncul korban.
“Vaksin yang ready saat ini masih cukup dan akan terus kita tambah untuk memberikan rasa nyaman dengan harapan tidak ada lagi tambahan kasus,” tukasnya. (ils)

