Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa terus berikhtiar untuk memperbaiki indeks kualitas air (IKA) yang saat ini berada di angka 47,31 (cemar ringan) dalam rentan waktu lima tahun ke depan (2025-2030).
“Dari skor 100 indeks kualitas air kita, memiliki poin di angka 47 dengan kategori tingkat pencemaran rendah, sehingga kita akan terus berkomitmen untuk memperbaiki IKA tersebut,” kata Kepala Dinas LH Pipin Shakti Bitongo kepada Suara NTB, kemarin.
Ia mengatakan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan menjadi tercemar, yakni sistem peternakan terbuka, pertanian, dan rumah tangga. Hanya saja dari ketiga faktor tersebut yang dominan, dirinya mengaku masih harus melakukan identifikasi lebih lanjut.
“Kalau untuk faktor yang paling dominan, kami masih belum bisa sampaikan karena masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut,” ucapnya.
Ia melanjutkan, terkait dengn kondisi tersebut pihaknya sudah mulai membangun kordinasi dengan leading sektor terkait salah satunya dinas pertanian dan dinas peternakan kesehatan hewan. Sehingga di periode lima tahun kedepan IKA Sumbawa ditargetkan di angka 70-80 poin.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk menyelesaikan masalah IKA ini, sehingga kita perlu menggandeng pihak lainnya untuk menyamakan persepsi untuk mewujudkan target yang kita tetapkan,” ujarnya.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Indeks Kualitas Udara (IKU) memiliki skor 92,24. Angka tersebut tentu dianggap sangat bagus sehingga mampu mengindikasikan bahwa tingkat polusi udaranya masih sangat rendah.
“Udara kita masih sangat bagus, karena IKU kita sangat tinggi di angka 92,24 sehingga angka tersebut harus terus dijaga dengan tetap menjaga lingkungan,” tambahnya. (ils)


