Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa memberikan atensi khusus terkait pelaksanaan pembangunan fisik di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Bungin, Kecamatan Alas. Sebab progres saat ini masih di angka 76 persen.
“Kontrak pekerjaannya berakhir tanggal 31 Desember 2025, tetapi dengan capaian progres saat ini yang masih tergolong rendah kita minta mereka untuk menambah tenaga kerja untuk mengejar waktu,” kata Kadislutkan, Rahmat Hidayat, kepada Suara NTB, Kamis (11/12).
Ia melanjutkan, pemerintah meminta kepada kontraktor pelaksana untuk menambah tenaga kerja dan memaksimalkan waktu yang ada dengan menambah waktu bekerja (lembur). Karena targetnya di akhir tahun 2025 sudah harus tuntas dan siap beroperasi.
“Kita targetkan di awal tahun 2026 sudah bisa beroperasi, apalagi pengurus koperasinya sudah terbentuk. Makanya kami minta agar mereka memaksimalkan waktu yang ada,” ujarnya.
Pemerintah pun memastikan, saat progres fisik sudah di angka 90 persen, pihaknya akan melakukan rapat persiapan operasional KNMP Bungin. Rapat tersebut juga dengan menggandeng OPD terkait untuk pendampingan dan KNMP ini bisa langsung berjalan.
“Ini kan penerima program ini penerima koperasi merah putih, sehingga admnistrasi dan persiapan lebih lanjut sudah tuntas dan tidak ada persoalan lagi,” ucapnya.
Disinggung terkait rencana bisnis koperasi itu, Dayat mengaku masih akan melakukan pembicaraan lebih lanjut. Tetapi yang jelas untuk core bisnis mereka berkaitan dengan perikanan tangkap dan budi daya kerang mutiara.
“Kalau untuk bisnis mereka, kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut. Tetapi yang jelas potensi yang bisa dikembangkan di Bungin yakni perikanan tangkap, budi daya kerang mutiara dan udang,” jelasnya.
Ia meyakinkan, dengan adanya program kampung nelayan merah putih dianggap sangat menguntungkan bagi masyarakat yang ada di pulau Bungin. Sehingga masyarakat yang dulunya mencari keluar daerah bisa tertarik kembali dan menggeluti sektor perikanan yang ada di Bungin.
“Potensi kelautan di pulau Bungin sangat banyak salah satunya budi daya mutiara yang cukup berkembang saat ini disamping sektor perikanan lainnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, dengan beroperasinya KNMP Bungin nantinya maka bantuan juga akan diberikan pemerintah. Salah satunya bantuan kapal, mesin, alat tangkap, truk berpendingin, balai nelayan, dan dermaga.
“Banyak keuntungan ketika KNMP Bungin beroperasi karena pemerintah pasti akan memberikan perhatian khusus nantinya,” timpalnya.
Fasilitas pendukung tersebut nantinya akan dikelola oleh masyarakat yang menjadi bagian koperasi merah putih yang telah dibentuk Pemerintah. Sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi di masyarakat wilayah pesisir dan tujuan akhirnya menurunkan angka kemiskinan.
“Tujuan akhir dari program tersebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat desa sekaligus penataan kawasan nya agar tidak terkesan kumuh,” tukasnya. (ils)

