Selong (Suara NTB) – Masyarakat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diminta lebih waspada terhadap munculnya berbagai penyakit yang dipicu perubahan iklim ekstrem. Cuaca yang tidak menentu—panas terik yang tiba-tiba berubah menjadi hujan—mendorong peningkatan kasus influenza di sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), terutama puskesmas.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, saat ditemui di Selong pada Kamis (11/12/2025), mengungkapkan bahwa influenza menjadi penyakit yang paling banyak ditangani saat ini. “Influenza ini merupakan virus yang memiliki batas waktu tertentu. Jika masyarakat mengalami flu disertai panas dan nyeri, segera datang ke puskesmas untuk diperiksa,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, terdapat lima puskesmas dengan angka kasus influenza tertinggi, dengan total lebih dari 4.000 kasus secara kumulatif. Beberapa di antaranya yakni Puskesmas Aikmel dan Batuyang, sementara beberapa lainnya juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Aries mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil. Istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga daya tahan tubuh menjadi cara paling efektif mencegah serangan virus. “Kalau butuh layanan kesehatan, semua fasilitas kesehatan sudah siap memberikan obat sesuai keluhan pasien,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan influenza umumnya disesuaikan dengan tingkat keluhan pasien. “Obat inti untuk flu akibat virus sebenarnya bersifat suportif, karena virus akan mati dengan sendirinya. Yang penting adalah menjaga kondisi tubuh tetap kuat,” tegasnya.
Dengan kondisi iklim yang berubah cepat, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga untuk mencegah meningkatnya kasus penyakit di beberapa hari terakhir ini. (rus)

