Mataram (suarantb.com) – Pembangunan jembatan permanen di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, telah rampung dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,3 miliar. Keberadaan jembatan tersebut kembali memulihkan akses vital warga yang sebelumnya terputus akibat bencana banjir bandang.
Rampungnya pembangunan jembatan itu ditinjau langsung oleh Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, didampingi Sekretaris Daerah, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta camat dan lurah setempat, Jumat (2/1/2026).
Saat berkunjuang, Mohan menegaskan bahwa pemeliharaan jembatan, jalan lingkungan, jalan setapak sempadan sungai, serta fasilitas pendukung lainnya yang telah rampung menjadi tanggung jawab bersama masyarakat di masing-masing lingkungan.
“Kita lihat sekarang sudah tertata rapi. Masyarakat bisa memanfaatkannya, termasuk untuk aktivitas ekonomi seperti berdagang, sehingga dapat menggerakkan perekonomian lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana, mengingat tingginya mobilitas warga antarwilayah tersebut. “Alhamdulillah, sekarang sudah selesai dan bisa langsung digunakan oleh masyarakat,” ujar Mohan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan pembangunan jembatan permanen Karang Kemong secara keseluruhan telah selesai. Meski demikian, masih terdapat beberapa fasilitas pendukung yang tengah dalam tahap penyempurnaan.
“Untuk bangunan jembatan sudah rampung 100 persen. Saat ini tinggal merapikan pemasangan paving block di area trotoar jembatan yang sedang dalam proses penyelesaian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran Rp2,3 miliar tersebut mencakup pembangunan struktur jembatan, pemasangan delapan titik lampu penerangan jalan, saluran drainase, serta paving block. Sementara itu, pengerjaan hotmix pada jalan setapak sempadan sungai dan jalan lingkungan dialokasikan melalui anggaran terpisah senilai Rp400 juta.
Pembangunan jembatan beserta rehabilitasi akses jalan dan drainase di lokasi tersebut merupakan respons cepat Pemerintah Kota Mataram terhadap aspirasi masyarakat pascabencana. Jembatan lama diketahui rusak parah akibat diterjang banjir bandang pada 6 Juli 2025, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas warga.
Lale menambahkan, jembatan Karang Kemong merupakan akses vital yang menghubungkan Lingkungan Karang Kemong dengan Lingkungan Majeluk, Kelurahan Pejanggik. Sebelum pembangunan jembatan permanen dilakukan, Dinas PUPR sempat membangun jembatan sementara menggunakan rangka besi bekas yang diperkuat dengan pelat baja. (pan)


