spot_img
Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALSafina Berangkatkan 123 Jemaah Umrah Awal Ramadan 1447 Hijriah

Safina Berangkatkan 123 Jemaah Umrah Awal Ramadan 1447 Hijriah

Mataram (suarantb.com) – Wajah cerah dan penuh haru terpancar dari ratusan jemaah umrah Safina Safari Haramain yang diberangkatkan pagi jelang siang pada Selasa, 10 Februari 2026 di Bandara Lombok. Mengenakan seragam batik putih telur bermotif emas dan cokelat, para jemaah tampak siap menunaikan perjalanan ibadah menuju Tanah Suci, tanah dambaan seluruh umat Islam di dunia.

Keberangkatan ini menjadi bagian dari rangkaian umrah awal Ramadan 1447 Hijriah/2026. Dari Lombok, rombongan diterbangkan menggunakan maskapai Batik Air dengan rute Lombok–Malaysia untuk transit, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Madinah.

Owner Safina Safari Haramain, Ahmad Zaki Attamimi, menjelaskan bahwa pada hari tersebut Safina memberangkatkan 123 jemaah, yang merupakan gelombang pertama dari tiga gelombang keberangkatan awal Ramadan.

Total jemaah yang diberangkatkan selama Februari 2026 mencapai 290 orang, terbagi dalam delapan bus.

“Alhamdulillah, hari ini kami memberangkatkan 123 jemaah. Ini gelombang pertama dari tiga gelombang awal Ramadan. Hari ini berangkat tiga bus, pekan depan empat bus, dan satu bus lagi menyusul,” ujar Ahmad Zaki.

Ia menambahkan, Safina juga telah menjadwalkan keberangkatan lanjutan hingga akhir Ramadan, termasuk program 16 hari akhir Ramadan yang direncanakan berangkat pada 9 Maret 2026.

Seluruh jemaah dipastikan telah memenuhi semua persyaratan keberangkatan. Mulai dari paspor, visa, hingga dokumen pendukung lainnya telah diurus dan disiapkan langsung oleh pihak travel.

“Semua dokumen jamaah sudah lengkap, visa sudah menempel di paspor. Jemaah tinggal proses imigrasi dan naik pesawat,” jelasnya.

Ahmad Zaki menegaskan, Safina berkomitmen memberikan layanan terpadu agar jemaah tidak direpotkan oleh urusan teknis. Sejak tahap pra-keberangkatan, jemaah didampingi dan diingatkan terkait seluruh persyaratan ibadah, kesiapan jasmani dan rohani, hingga pelaksanaan manasik umrah.

“Jemaah kami posisikan sebagai tamu Allah. Karena itu, semua kami siapkan agar mereka bisa fokus beribadah,” ujarnya.

Selain dokumen perjalanan, Safina juga mengoordinir seluruh kebutuhan jemaah, mulai dari koper, tas kabin, hingga pengaturan bagasi. Bahkan, jemaah baru menerima koper mereka kembali di depan pintu kamar hotel masing-masing di Tanah Suci.

Dalam perjalanan panjang menuju Arab Saudi, Safina juga menyiapkan kebutuhan konsumsi jemaah. Mulai dari sarapan, makan, hingga snack selama perjalanan dan transit, sehingga jamaah tetap nyaman selama proses penerbangan yang memakan waktu belasan jam.

Tidak hanya itu, Safina turut menyediakan paket layanan tambahan agar jemaah benar-benar “terima beres”. Di antaranya paket internet selama di Tanah Suci serta layanan penukaran uang rupiah ke riyal sebelum keberangkatan, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengurus kebutuhan tersebut secara mandiri.

“Jadi jemaah benar-benar tinggal duduk, berangkat, dan fokus ibadah. Semua kebutuhan dasar sudah kami siapkan,” tegas Ahmad Zaki.

Keberangkatan kali ini juga didampingi oleh Tuan Guru Ahmad Zaenuri, Lc, tuan guru kondang di Nusa Tenggara Barat, yang membimbing jemaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah umrah, sehingga jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan benar selama masa rangkaian umrah 14 hari.

Ahmad Zaki menegaskan, kepastian tersebut tidak terlepas dari status Safina yang kini dipercaya sebagai provider visa umrah resmi.

Sejak Desember 2025, Safina telah menandatangani kontrak resmi dengan Muassasah Hussein Muhammad Hijazi melalui Kementerian Haji Arab Saudi, sehingga proses penerbitan visa dapat dilakukan secara mandiri.

“Alhamdulillah, Safina sudah bisa menerbitkan visa sendiri. Ini membuat seluruh program menjadi serba pasti, baik dari sisi jadwal keberangkatan maupun kepastian keberangkatan jemaah,” ujarnya.

Selain sebagai provider visa, Safina juga dipercaya sebagai provider tiket maskapai Batik Air untuk penerbangan umrah. Dengan skema tersebut, jadwal keberangkatan jemaah sudah di-booking sejak awal musim umrah.

“Sejak awal musim, kami sudah booking tiket series untuk satu musim penuh. Jadi tanggal keberangkatan sudah pasti. Jemaah tinggal memilih tanggal sesuai keinginan,” kata Ahmad Zaki.

Dalam pelayanan, Safina mengedepankan konsep layanan terpadu atau “terima beres”. Sejak pra-keberangkatan, jemaah didampingi untuk memastikan kesiapan administrasi, jasmani, dan rohani, termasuk melalui pembekalan manasik umrah.

“Jemaah kami posisikan sebagai tamu Allah. Karena itu, kami berusaha memastikan mereka tidak direpotkan oleh urusan teknis dan bisa fokus beribadah,” ujarnya.

Seluruh kebutuhan perjalanan jamaah dikoordinir langsung oleh Safina. Mulai dari koper, tas kabin, pengaturan bagasi, hingga distribusi koper yang langsung diterima jamaah di depan pintu kamar hotel di Tanah Suci.

Selama musim umrah dimulai sejak Juli 2025, Safina mencatatkan keberangkatan ke-24. Jumlah jamaah yang telah diberangkatkan dari NTB pada musim ini telah melampaui 1.000 jamaah dan ditargetkan mencapai 1.500 jamaah hingga akhir Ramadan dan Syawal.

“Kepercayaan masyarakat terus meningkat. Musim lalu kami memberangkatkan 1.090 jamaah, dan musim ini insyaallah bisa tembus 1.500 jamaah,” ungkapnya.

Terakhir, Ahmad Zaki mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih travel umrah, dengan memastikan legalitas perusahaan, kepastian jadwal keberangkatan, serta melakukan pembayaran hanya melalui rekening resmi perusahaan. (bul/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO