Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengevaluasi kinerja Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait penanganan permasalahan infrastruktur dan kebencanaan, khususnya kerusakan jalan di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong dan jembatan putus di Dusun Jelanteng, Kecamatan Lembar. LAZ geram dengan kinerja jajaran OPD yang lamban dalam penanganan darurat kebencanaan.
Dengan tegas LAZ minta Kepala OPD yang berkerja setengah-setengah mundur dari jabatannya. LAZ didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Lombok Barat memimpin Rapat Koordinasi tersebut yang diikuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, bertempat di Ruang Rapat Jayanegara, Senin (2/3/2026).
Bupati LAZ dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa loyalitas dalam bekerja adalah harga mati bagi seluruh jajaran OPD. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi aparatur yang bekerja kurang maksimal, terlebih dalam urusan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Bupati LAZ juga menyayangkan penanganan persoalan di lapangan yang tidak segera ditindaklanjuti secara langsung oleh OPD terkait, meskipun kejadian telah berlangsung beberapa hari sebelumnya. Menurutnya, keterlambatan tersebut bukan hanya soal teknis, tetapi menyangkut komitmen dan loyalitas aparatur.
Ia menegaskan bahwa setiap persoalan di wilayah konflik atau kondisi darurat seharusnya langsung ditangani, tanpa menunggu instruksi berulang atau alasan keterbatasan anggaran.“Saya tidak pernah mempersulit soal anggaran. Tapi jangan sekali-kali bekerja dengan pola menunggu anggaran, itu bukan kerja loyal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati LAZ secara terbuka menyampaikan bahwa ia tidak akan ragu melakukan evaluasi, termasuk me-nonjob-kan pejabat atau staf yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.“Menunda pekerjaan, apalagi menyangkut pelayanan publik adalah bentuk ketidakloyalan. Ini saya sampaikan di bulan Ramadan dan saya serius,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas tim di lapangan, komunikasi yang baik serta kolaborasi antarinstansi. Bupati mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dan tidak merasa paling hebat atau paling dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan. “Jangan merasa tanpa saya atau tanpa satu orang pekerjaan tidak akan jalan. Tidak ada yang tidak tergantikan,” katanya.
Menutup arahannya, Bupati LAZ berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bersama bagi seluruh OPD. “Hanya keledai yang jatuh pada lubang yang sama dua kali. Mari kita jaga komitmen bersama agar pemerintahan ini berjalan dengan baik dan benar,” pungkasnya. (her)

