Sabtu, April 4, 2026

BerandaBREAKING NEWSPerang di Timur Tengah, 1.415 Jemaah Umrah NTB Masih di Arab Saudi

Perang di Timur Tengah, 1.415 Jemaah Umrah NTB Masih di Arab Saudi

Mataram (suarantb.com) – Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB mengungkapkan sebanyak 1.415 jemaah umrah masih berada di Aran Saudi. Dan dipastikan dalam kondisi aman, ditengah memanasnya Timur Tengah karena perang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhammad Amin, Selasa, 3 Maret 2025 menjelaskan, bahwa seluruh jemaah umrah NTB yang masih melaksanakan ibadah di Tanah Suci dalam kondisi aman, meski ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus berlanjut.

“Hingga hari ini ada 1.415 orang, dan yang terjadwal pulang pada hari ini, 2 Maret 2026, sebanyak 43 orang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah NTB terus melakukan pemantauan terhadap seluruh jemaah yang berada di Tanah Suci, baik yang masih melaksanakan ibadah umrah maupun yang akan kembali ke Tanah Air.

“Kami selalu memperbarui data dan informasi terkait jemaah yang akan berangkat maupun yang akan kembali. Insyaallah, selama penerbangan dilakukan secara langsung (direct), tidak akan tertahan di sana,” ujarnya.

Amin menyebutkan, 1.415 jemaah umrah asal NTB yang masih berada di Arab Saudi dipastikan kembali ke Tanah Air sesuai jadwal. “Jadi itu terkontrol. Alhamdulillah, situasi penerbangan di Jeddah aman dan terkendali,” katanya.

Ia belum dapat memastikan apakah seluruh jemaah umrah asal NTB menggunakan penerbangan langsung dari Jakarta ke Jeddah. Namun, ia memastikan tidak ada jemaah yang berangkat melalui jalur-jalur yang berada di area konflik.

“Penerbangan dari Jeddah ke Jakarta, jika dilakukan secara langsung (direct), tidak ada masalah dan tetap berjalan. Kecuali beberapa negara tetangga di Timur Tengah yang memang menutup bandaranya,” jelasnya.

Apabila terdapat jemaah yang menggunakan penerbangan transit, penjadwalan ulang akan dilakukan oleh pihak maskapai.

“Intinya, saat ini kami diminta untuk terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPUI) serta pihak maskapai,” katanya.

Kanwil Kemenhaj NTB Koordinasi dengan KUH Jeddah

Di sisi lain, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB juga telah melakukan koordinasi dengan Kantor Urusan Haji dan Umrah (KUH) di Jeddah, Arab Saudi, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendata jadwal penerbangan para jemaah.

Amin mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi agar tidak panik dan tetap tenang. Terkait isu penundaan pelaksanaan ibadah umrah, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah serta otoritas di Arab Saudi.

“Kami mengimbau untuk tetap tenang dan terus berkomunikasi sesuai situasi dan kondisi. Komunikasi dapat dilakukan dengan PPUI atau pihak travel yang memberangkatkan. Selanjutnya, mereka akan berkoordinasi dengan pihak maskapai dan KUH di Arab Saudi,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat NTB yang berencana melaksanakan ibadah umrah dalam situasi saat ini untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan ke Tanah Suci.

“Ini hanya imbauan. Jika melihat situasi dan kondisi, sebaiknya menunda keberangkatan. Bukan berarti tidak berangkat, tetapi menunda sesuai dengan kondisi keamanan penerbangan,” tandasnya.

Warga NTB dalam Kondisi Aman

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik. Aka – sapaan akrabnya memastikan seluruh warga NTB yang berada di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman dan dalam pemantauan intensif perwakilan Republik Indonesia di masing-masing negara penempatan.

Kepastian tersebut disampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqan, serta laporan resmi kementerian terkait.

Berdasarkan data resmi dari laman CNC.BP2MI.go.id yang dikelola Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), tercatat sebanyak 155 PMI asal NTB berada di kawasan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, 144 orang bekerja di Arab Saudi, 10 orang di Uni Emirat Arab, dan 1 orang di Kuwait.

Secara komposisi, PMI NTB terdiri dari 86 laki-laki dan 69 perempuan, yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di NTB. Lombok Tengah menjadi daerah asal terbanyak dengan 47 orang, disusul Sumbawa 32 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Barat 21 orang, dan Kota Mataram 18 orang. Selebihnya berasal dari Dompu, Sumbawa Barat, Lombok Utara, dan Kota Bima.

Mayoritas PMI tersebut bekerja pada sektor aktivitas jasa lainnya, termasuk layanan personal dan domestik. Sebagian lainnya tersebar pada sektor akomodasi dan penyediaan makan minum, kesehatan dan sosial, pertambangan, industri pengolahan, serta konstruksi.

“Berdasarkan koordinasi terakhir Dinas tenaga kerja dan transmigrasi NTB dengan BP2MI, seluruh PMI asal NTB dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak berada pada zona terdampak langsung konflik. Mereka terus dipantau oleh KBRI dan KJRI sesuai wilayah penempatan,” ujar Aka. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO