Mataram (suarantb.com) – Menjalani ibadah puasa tidak menghalangi sebagian warga Mataram untuk tetap menjaga pola hidup sehat selama Ramadan. Beberapa di antara mereka bahkan secara rutin berolahraga setiap pagi atau sore hari demi tetap bugar saat berpuasa.
Sari, warga asal kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Mataram, memilih berolahraga dengan berjalan kaki setiap pagi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Kota Mataram untuk menjaga imun di bulan suci.
Aktivitas tersebut telah cukup lama ia lakukan bahkan sebelum memasuki Ramadan. Sehingga, alih-alih sekadar untuk membuang bosan, jalan kaki baginya adalah rutinitas yang mesti tetap dijalankan, meskipun dalam keadaan berpuasa.
“Sudah nyaman saja. Karena sebelum puasa juga sudah terbiasa jalan kaki. Jadi kalau berhenti sehari itu kayak ada yang kurang,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Sesuaikan Pola Olahraga Selama Puasa
Kendati disiplin, Sari tetap menyesuaikan pola olahraganya selama Ramadan. Jika sebelum berpuasa, Sari bisa berjalan kaki sejauh lima sampai enam kilometer. Namun, ketika menjalani rukun Islam ketiga itu, Sari hanya berjalan santai sejauh tiga kilometer.
Penyesuaian itu dilakukan, untuk memastikan ibadah puasa dan kualitas olahraga tetap berjalan secara imbang tanpa mengganggu satu sama lain.
Selain memangkas jarak, tak banyak penyesuaian yang diterapkan Sari dalam hal menjalani rutinitas olahraga selama berpuasa. “Tidak ada (perbedaan signifikan), sama saja. Cuma jalan saja,” pungkasnya.
Tak hanya Sari, hal serupa juga dilakukan Dewi, warga asal Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, yang ditemui Suara NTB, di RTH Pagutan, Selasa (17/3/2026). Ia mengatakan, rutinitas olahraga dengan berjalan kaki ini sudah menjadi aktivitas yang tak terpisahkan darinya.
“Biasanya jalan cepat dan itu sudah terbiasa polanya. Meskipun puasa sunah saya selalu kerjakan seperti itu, olahraga tetap ada,” kata Dewi.
Penyesuaian pola olahraga tetap ia berlakukan selama Ramadan. Bila tidak berpuasa, Dewi bisa berolahraga dengan durasi dua jam dengan jarak tempuh 11-12 kilometer per hari. “Kalau Ramadan paling satu jam setengah, kadang satu jam,” bebernya.
Menurut Dewi, menjaga pola hidup sehat selama berpuasa penting dilakukan. Terlebih kata dia, sebagian makanan yang kerap dikonsumsi selama berpuasa banyak mengandung karbohidrat dan kalori.
“Biasanya kalau Ramadan itu banyak makanan manis yang kita konsumsi, jadi untuk ngehindarin itu dengan jogging begini,” pungkasnya.
Aktivitas jalan kaki bisa menjadi pilihan yang cocok bagi masyarakat yang ingin tetap menjaga imun tanpa perlu khawatir kualitas iman terganggu selama Ramadan.
dr. Dewi Ayu Muniarti, mengatakan, jalan kaki dapat membantu menjaga kesehatan jantung sehingga pada sebagian besar penderita sakit jantung aman. Selain itu jalan kaki juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.
“Jalan kaki merupakan salah satu alternatif olahraga yang tidak menguras energi sehingga tidak menyebabkan dehidrasi atau kelelahan berlebihan selama berpuasa,” pungkasnya. (sib)

